BACAKAN TUNTUTAN - Ketua Senat Akademik STIE Panca Bhakti Palu, Burhanudin Ladjin membacakan tuntutan pada konferensi pers di salah satu kafe di Palu, kepada sejumlah wartawan, Selasa, 23 November 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)
  • 10 Pejabat STIE Panca Bhakti Diberhentikan

Palu, Metrosulawesi.id – Sejumlah pejabat struktural dan pegawai di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Panca Bhakti Palu, mengajukan petisi. Mereka menolak kebijakan Ketua STIE, Dr. Husein Hi. Moh. Saleh, dan Ketua Yayasan Pendidikan Panca Bhakti Sulteng yang mengeluarkan keputusan tidak didasarkan pada ketentuan dan peraturan yang berlaku di kampus tersebut.

“Kami menuntut Kepada Ketua STIE Panca Bhakti Palu, agar menarik kembali SK. Nomor: 52/STIE-PB/XI/2021 tentang pencabutan dan pembatalan surat keputusan pengangkatan Ketua, Sekretaris dan Anggota Senat Akademik, STIE Panca Bhakti Palu yang dinilai cacat hukum,” kata Ketua Senat Akademik STIE Panca Bhakti Palu, Burhanudin Ladjin, pada konferensi pers di salah satu Cafe di Palu, Selasa, 23 November 2021.

Selain itu, Burhanudin bersama para dosen lainya, meminta Ketua STIE menarik kembali SK Nomor: 015/STIE-PB/XI/2021 tentang pengangkatan dan pemberhentian penjabat struktural pengelola di lingkungan STIE Panca Bhakti Palu karena bertentangan dengan Statuta STIE.

“Kami juga meminta agar melakukan perbaikan dan peninjauan secara menyeluruh aturan, dan tata kelola kampus secara bermartabat, akuntabel dan transparan. Dan gaji kami hanya Rp 750 ribu per bulan, olehnya itu kami berharap gaji harus sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

Kemudian, kata Burhanudin, seharusnya pengelolaan keuangan di STIE dilakukan audit menyeluruh terhadap seluruh penerimaan dan pengeluaran yang bersumber dari masyarakat, berupa dari penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan oleh pihak yang berkopenten terhadap Yayasan Pendidikan Panca Bhakti Sulteng.

“Karena selama ini sesuai undang-undang yayasan bahwa kampus kita tidak pernah sama sekali diaudit, dalam ketentuanya ketika sebuah aset kekayaan Rp20 miliar harus diaudit oleh pihak eksternal. Kita ketahui semua aset STIE Panca Bhakti Palu sudah lebih dari Rp20 miliar, mulai dari bangunan dan seluruh keayaan dari STIE,” pungkasnya.

Kata dia, apabila tuntutan ini tidak dipenuhi dalam waktu dua kali 24 jam, maka nama-nama yang tertera pada lampiran surat petisi tersebut memilih mundur dari jabatan struktural dan pengelola saat ini dan akan melakukan perlawanan.

“Sebelumnya kami sudah melakukan pertemuan kunjungan komunikasi dan koordinasi, bahkan belum lama ini saya ke Jakarta bertemu dengan Yayasan, membicarakan tentang situasi internal, begitupun dengan Ketua STIE Panca Bhakti Palu, tetapi respons-respons selalu ditutup, jadi tidak ada diskusi dan dialog, tiba-tiba secara arogan mengeluar surat pembatalan dengan membekukan senat padahal bukan kewenanganya,” jelasnya.

Menurutnya, sikap Ketua STIE tidak benar dalam membekukan senat, sebab itu bukan kewenanganya, karena lembaga senat ini lembaga otonom yang tidak ada intervensi dari ketua STIE. Sebab ketua ini dan unsur pimpinan adalah anggota senat juga, sesuai peraturan yang berlaku. 

“Ada 10 unsur pimpinan yang diberhentikan di antaranya adalah Wakil Ketua (Waket) Bidang Akademik, Waket III Kemahasiswaan, Sistem Pengendalian Mutu (SPM), Lembaga Kemahasiswaan, Kepala LPPM, Kordinator UPT Pengelolaan Jurnal, Kepala UPT Perpustakaan, Kordinator UPT PDPT, Sekretaris SPM, dan Ketua Prodi Manajemen,” katanya.

Kata dia, semuanya yang diberhentikan maupun tidak telah meminta klarifikasi kepada Ketua STIE, tetapi dijawab hanya itu sudah kewenanganya, tanpa alasan jelas. Para dosen yang menggantikan juga tidak mengetahui bahwa dirinya telah mengantikan temanya, mereka merasa tanpa ada komunikasi.

“Makanya jika tuntutan kami ini dua kali 24 jam tidak direspons maka kami semua akan mundur dan kami akan melapor ke Dinas Tenaga Kerja, karena kita digaji selama ini hanya Rp750 ribu, ini tentunya tidak sesuai aturan. Jadi jangan melihat STIE itu mewah, itu ternyata tidak, semua gaji kami dirata-ratakan tidak menganggap itu yang memegang jabatan maupun kariyawan biasa, kecuali unsur pimpinan utama ketua gajinya lain, tetapi kalau hanya unit di bawahnya itu gajinya hanya Rp750 ribu perbulan,” ujarnya.

Saat dihubungi Metro Sulawesi, Ketua STIE Panca Bhakti Palu, belum memberikan komentar terkait tuntutan yang disampaikan oleh para dosen dan kariyawan di kampus tersebut.

“Maaf yah, saya masih sibuk menguji sebentar yah konfirmasinya,” kata Husein dihubungi melalui ponselnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas