Plt BPS Sulteng, Ir Jefrie Wahido MSi bersama Wakil Bupati Parigi Moutong Badrun Nggai dan Kepala BPS Kabupaten Parigi Moutong beserta Camat dan kepala desa saat melakukan kunjungan ke Desa Kotaraya Selatan, Kecamatan Mepanga, Kabupaten Parigi Moutong. (Foto: Dok. BPS Sulteng)

Parimo, Metrosulawesi.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah saat ini terus gencar melaksanakan pembinaan dan pemanfaatan terkait dengan program sektoral Desa Cinta Statistik (Desa Cantik).

Kali ini, BPS Sulteng menyasar Desa Kotaraya Selatan, Kecamatan Mepanga, Kabupaten Parigi Moutong sebagai salah satu desa yang mendapat kunjungan dari tim Visitasi Badan Pusat Statistik (BPS) RI beberapa waktu lalu.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPS Sulteng, Jefrie Wahido mengatakan ini berdasarkan Undang-Undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa dan peraturan presiden nomor 39 tahun 2019 tentang satu data Indonesia.

“Ini sejalan dengan semangat satu data Indonesia yaitu mewujudkan keterpaduan perencanaan pelaksanaan, evaluasi, dan pengendalian pembangunan. Diharapkan sistem informasi desa berbasis masyarakat dapat dioptimalkan,” katanya.

Dikatakan, Pemerintah desa dalam menjadi penyelenggara kegiatan statistik merupakan ujung tombak. Sehingga, lanjut Jefrie, desa berperan sangat penting sebagai satuan wilayah terkecil yang aktif melakukan pembangunan.

“Karena Desa tidak lagi menjadi objek, melainkan sebagai subjek pembangunan. Olehnya diperlukan penguatan tata kelolah pemerintah desa untuk mengembangkan wilayah, guna mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan,” ujarnya.

Menurutnya, kebijakan desentralisasi desa lewat otonomi daerah menjadi salah satu unsur instrumen utama dalam memberikan peluang kepada pemerintah desa. Di mana hal itu untuk membangun serta meningkatkan kemampuan daya saing.

“Berdasarkan data statistik yang dikumpulkan tingkat desa, itu seharusnya dapat dikelola maupun dimanfaatkan pemerintah setempat. Pengelolaan juga sebaiknya selaras dengan prinsip satu data Indonesia,” ujarnya menambahkan.

Sedangkan, untuk mewujudkan hal tersebut tidak hanya dibutuhkan koordinasi hingga proses sinkronisasi antara pihak penyelenggara statistik. Namun, ia mengungkapkan yang perlu diterapkan ialah literasi bagi pemerintah desa.

“BPS sebagai sektor pengembangan yang memiliki peran dalam peningkatan literasi, diwajibkan untuk memberikan pembinaan kepada kementerian/lembaga sampai pada setingkat terkecil yaitu pemerintah desa,” tutur Jefrie.

Tahun 2021 BPS menetapkan sekitar 100 desa yang ada di seluruh Indonesia diikutkan dalam program sektoral Desa Cinta Statistik (Desa Cantik). Termasuk Desa Kotaraya Selatan, Kecamatan Mepanga, Kabupaten Parigi Moutong.

“Saat ini Kotaraya Selatan masuk 15 besar dari 100 Desa Cantik se Indonesia. Diharapkan agar mendapatkan award dari BPS RI harus berada di posisi 10 besar,” pungkasnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas