LAUNCHING ALBUM - Aligator, band cadas Kota Palu beraliran metalcore rampung meluncurkan lagu single perdana bertajuk kebencanaan, "Will Suffer" per Sabtu, 20 November 2021 yang bisa didengar di aplikasi pemutar musik seperti Spotify. (Foto: Ist/ Aligator band)

Palu,  Metrosulawesi.id – Band bawah tanah asal Kota Palu, Sulawesi Tengah,  bernama Aligator, merilis lagu single pertama mereka bertajuk ‘’Will Suffer’’ per Sabtu, 20 November 2021 yang bisa didengar di aplikasi pemutar musik seperti Spotify.

Band cadas beraliran Metalcore, sub-genre perpaduan musik Metal dan Hardcore itu   menyuarakan peristiwa bencana alam Sulteng 28 September 2018 silam.

Para punggawa Aligator terdiri  Onho sebagai pemain gitar, pengetuk drum oleh Rajib, Ivan selaku vokalis serta Fahmi mengisi bass, mengajak pendengar tidak terbiasa menyalahkan sesuatu.

Menyalahkan yang acap kali tidak melulu sejatinya salah, misal atas perilaku manusia lain. Sementara yang getol menyalahkan seakan segan mengakui ragam kesalahan dirinya.

Ihwal makna yang diruncingkan dalam lagu Will Suffer yaitu tragedi pilu imbas gempa bumi, tsunami dan likuefaksi sontak mengubah reaksi hingga perilaku manusia.

Menariknya sekaitan dengan tragedi bencana tiga tahun silam, dituturkan Ivan sang vokalis kepada jurnalis Metrosulawesi.id, adalah momentun sirine dahsyat penuh pelik tersambung kental  hikmah untuk kehidupan manusia.

“Padahal justru tiap manusia selalu diambang kesalahan. Ini pentingnya menarik ke dalam diri sendiri agar tidak terbiasa menyalahkan orang lain,” ujarnya pada Senin, 22 November 2021.

Penggalan lirik bagian reff Will Suffer jika diartikan ke dalam Bahasa Indonesia seperti:

Dia yg datang tanpa memberitakan

Durasi perpisahan dalam waktu yang pesat

Terang yang berganti gelap

Membusuk dalam kelamnya 28 september

Jadi seutas hikmah yang diserap Ivan dan tiga kawan personilnya, bahwa detik ambang kematian dengan cara apapun terlebih karena bencana alam, tak bisa diterka siapapun.

“Perpisahan antara jiwa roh dan raga yang nantinya raga itu membusuk di bawah tanah, akibat suatu peristiwa kelam singkat. Maka inilah gambaran agar marilah kita sebagai manusia sebisa mungkin terus berbuat baik sisi apapun untuk manusia lainnya. Dan sebenarnya makna lirik single ini ditujukan utamanya untuk kami (personil band).” Beber Ivan.

Aligator adalah band berorientasi independen yang cikal bakal bentukannya dari dalam komunitas musik cadas Kota Palu bernama Palu Noise Territory, 2012 Masehi silam.

Sembilan tahun terbentuk, Aligator telah menciptakan dua lagu demo sebelumnya berjudul Remember dan Will Everything.

Masa waktu itu diakui Ono sebagai salah satu pendiri Aligator diterpa banyak rintangan. Seperti salah satunya menyatukan perbedaan perspektif tiap personil yang dampaknya menunda peluncuran album penuh, hingga keluarnya tiga personil sebelumnya yakni Dimas (vokalis) serta Reimon dan Fadil (gitaris) karena alasan kesibukan lain.


Namun Ono dengan segala optimismenya lewat Aligator terus menempa karyanya untuk pecinta musik keras Kota Palu. Setelah debut peluncuran single Will Suffer, pertengahan Desember mendatang mereka akan kembali me-launching single ke dua yang masih dirahasiakan.

Dua single ini dijadikan ajang lompatan untuk meluncurkan album penuh Aligator yang disasar rampung awal Februari 2022. (*)

Reporter: Muhammad Faiz Syafar

Ayo tulis komentar cerdas