KAMPUNG HORTIKULTURA - Bupati Poso Verna GM Inkiriwang bersama Staf Khusus Kementerian Pertanian Yesiah Ery Tamalagi serta Kadis Pertanian Poso Suratno melakukan panen perdana tomat setelah mencanangkan Kampung Hortikultura di Dusun Mandiri, Desa Watumaeta, Kecamatan Lore Utara, Senin, 22 November 2021. Konsep Kampung Hortikultura ini diharapkan menular ke daerah-daerah lain. (Foto: Metrosulawesi/ Pataruddin)

Poso, Metrosulawesi.id – Pemerintah Kabupaten Poso mencanangkan Desa Watumaeta sebagai Kampung Hortikultura. Sekaligus merupakan desa hortikultura pertama di Sulawesi Tengah. Sekitar 300 hektar lahan di Dusun Mandiri Desa Watumaeta sudah siap sebagai lahan hortikultura.

Bupati Poso Verna GM Inkiriwang mengatakan pencanangan desa Watumaeta sebagai kampung hortikultura dan akan terus dikembangkan ke depannya.

“Kita ingin produksi sayur-sayuran di kampung hortikultura ini bisa dipasarkan ke sejumlah daerah,” kata Verna Inkiriwang pada Pencanangan Kampung Hortikultura di Desa Watumaeta, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, Senin pagi, 22 November 2021.

Verna berharap kampung hortikultura dapat ditularkan ke kampung-kampung lain. Hortikultura yang dikembangkan petani di Desa Watumaeta seperti kol, wortel, cabe merah, cabe keriting dan tomat.

“Dulu ada usaha rumahan saus tomat tetapi sudah tutup. Kita berharap ada investor yang mau kembangjan usaha saus tomat,” kata Verna.

Dia juga mengaku sudah bicara dengan Bupati Morowali agar produksi hortikultura asal Poso bisa dipasarkan di perusahaan yang ada.

“Gubernur DKI Anies Baswedan ingin beli beras dari Poso tapi harus ada MoU dan dilakukan melalui perusahaan daerah (perusda),” kata Verna.

“Ini yang segera dibenahi untuk mengaktifkan kembali perusda. Kita sudah konsultasikan ke BPK untuk memasrikan pengaktifan kembali serelah administrasi selesai,” tambahnya.

Selain itu, Verna juga memperhatikan pasca panen agar hasil bisa berrahan lebih lama seperti tempat penyimpanan dan bisa masuk ke supermarket. Begitu juga dengan rencana Ibu Kota Negara (IKN) merupakan peluang pemasaran hortikultura.

Muhlis, petani asal Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selaran mengaku sudah 12 tahun tinggal dan bertani di Desa Watunaeta. Selama ini produksi cukup bagus.

“Hanya saja kadang terkendala di pupuk,” kata Muhlis.

Kepala Dinas Pertanian Poso Suratno mengharapkan dukumgan dari Kementerian untuk pengembangan kampung hortikultura ke depannya.

“Selama ini belum ada bantuan dari kementerian untuk hortikultura. Yang ada saat ini merupakan kreatifitas petani sendiri,” ujar Suratno.

Sementara itu, Staf Khusus Bidang Informasi dan Pembangunan Pertanian Kementerian Pertanian Yesiah Ery Tamalagi meminta petani lebih kreatif.

“Di Kementerian Pertanian itu tidak ada proyek. Yang ada adalah program melalui proposal. Jadi kalau tidak ada proposal yah tidak ada program,” katanya.

Dia berharap agar kampung hortikultura terus dikembangkan ke daerah-daerah lain.

Reporter: Pataruddin
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas