SASAR MASYARAKAT - Kegiatan vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan BIN di Desa Toboli, Kabupaten Parimo, Sabtu 20 November 2021. (Foto: Dok. BIN Sulteng)
  • Percepat Realisasi Cakupan Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Parimo

Palu, Metrosulawesi.id – Badan Intelijen Negara (BIN) Sulteng kembali menpercepat realisasi cakupan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Provinsi Sulawesi Tengah.

Setelah pelajar, BIN menyasar masyarakat umum dalam kegiatan vaksinasi massal Covid-19 di Parimo. Vaksinasi untuk masyarakat umum telah berlangsung sejak tanggal 11 November 2021.

Kepala BIN Daerah Sulteng, Brigjen TNI Andi Chandra As’adudin, mengatakan, BIN memilih Kabupaten Parigi Moutong sebagai sasaran vaksinasi di Sulteng, karena memiliki jumlah penduduk terbanyak. Selain itu, kata dia, ketersediaan stok vaksin juga mencukupi.

“Kegiatan vaksinasi kali ini menargetkan sekitar 22.000 sasaran yang bekerja sama dengan 11 PKM di wilayah Kabupaten Parigi Moutong,” ujarnya, Minggu (21/11).

Menurutnya, dalam pelaksanaan vaksinasi, BIN mengedepankan keterpaduan, di mana jajaran Dinas Kesehatan setempat tetap sebagai motor, serta melibatkan jajaran TNI dan Polri dalam penggalangan sasaran.

“BIN sendiri juga menerjunkan tim vaksinator yang telah dilatih oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng,” katanya.

Dalam situasi pandemi saat ini, lanjut dia, keterpaduan menjadi kata kunci dalam pencapaian realisasi vaksinasi sebesar 70 persen pada akhir Desember 2021.

Pihaknya sendiri mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong yang sangat terbuka dan memberi ruang bagi lembaga yang membantu percepatan cakupan vaksinsai.

Pihaknya mengakui terdapat kelompok yang terus berupaya menprovokasi publik melalui media sosial agar menolak program vaksinasi. Namun, kata dia, kondisi tersebut tidak akan jadi penghalang bagi pemerintah dalam melaksanakan vaksinasi.

“Negara tidak akan terprovokasi aksi segelintir kelompok tersebut. Vaksinasi bagian dari ikhtiar untuk menyelamatkan rakyat Indonesia dari pandemi Covid-19,” tandasnya.

Reporter: Syahril Hantono
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas