BERKELIARAN - Hewan ternak masih bebas berkeliaran. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

Donggala, Metrosulawesi.id – Sudah sepuluh tahun lebih Perda Nomor 14 Tahun 2010 mandul. Akibatnya banyak peristiwa terjadi yang ditimbulkan. Mulai dari kecelakaan lalu lintas hingga peristiwa pembunuhan yang baru-baru ini terjadi di desa Jono Oge Kecamatan Sirenja.

Penerapan perda  hewan ternak baru akan diefektifkan tahun ini dengan membentuk tim satgas, yang melibatkan empat unsur, pertama Kepolisian, Satpol PP, Dinas Peternakan, dan pemerintah kecamatan/desa.

“Perda ternak harus efektif tahun ini, anggota kami yang tergabung tim satgas sudah melakukan sosialisasi penegakan perda ternak di Kecamatan Banawa dan Kecamatan Banawa Tengah, dan akan terus berjalan ke seluruh kecamatan dan desa,” kata Kasat Reskrim Yogi Prasetya, Jumat pekan lalu.

“Polisi juga ambil bagian di satgas ini, bersama Satpol PP, Dinas Peternakan, dan pemerintah kecamatan/desa. Harapannya sinergitas terbangun dalam penerapan perda ternak ini,” sebutnya lagi.

Dikatakannya lagi di dalam penerapan perda ternak nantinya ada konsekuensi yang diterima oleh pemilik ternak apabila hewan ternaknya tertangkap oleh tim satgas.

“Ketika ternak didapati petugas, akan dikenakan denda, dan dananya masuk kas daerah. Denda dihitung berdasarkan hari, dan juga ada biaya administrasi, untuk biayanya penangkapan terbagi dua, ternak besar (sapi) 300 ribu/ekor, kemudian ternak kecil (kambing)  150 riu/ekor,” sebutnya.

“Bukan hanya sampai di situ saja, ada lagi biaya pemeliharaan ternak besar (sapi) per hari 50 ribu, ternak kecil (kambing) 25 ribu per hari, lalu ditambah biaya administrasi 15 ribu,  dananya kemudian disetor ke kas daerah, ya kalau pemilik ternak merasa banyak uang silahkan lepas hewan ternaknya dilepas,” bebernya.

Yogi menjelaskan banyaknya peristiwa yang terjadi akibat dari ternak seharusnya menjadi perhatian bersama, dan menjadi pembelajaran dan pemilik ternak harus bisa diberikan efek jera.

Olehnya penerapan perda ternak harus diterapkan tahun ini, karena perbupnya sudah ada nomor 24 tahun 2020 tentang pelaksanaan dan penerapan perda ternak.

“Ini harus dijalankan dengan maksimal, perda dan perbup sudah ada, perlu perhatian kita semua, bagaimana menertibkan hewan ternak, memberikan pemahaman kepada pemilik hewan, silahkan punya banyak hewan ternak, tapi kandangnya jangan dikasih luas sampai ke jalan raya atau ke tempat lain, kandangkan dengan baik,” tuturnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas