HENTIKAN PENUNTUTAN - Kejaksaan Negeri Poso melaksanakan penghentian penuntutan berdasarkan Keadilan Restoratif terhadap tersangka Agustina Krisnawati Lewo yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Desilia Sampe. (Foto: Istimewa)

Poso, Metrosulawesi.id – Kejaksaan Negeri Poso melaksanakan penghentian penuntutan berdasarkan Keadilan Restoratif  terhadap tersangka Agustina Krisnawati Lewo yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Desilia Sampe.

Peristiwa penganiayaan terjadi pada 14 Juli 2021 di Desa Tangkura Kecamatan Poso Pesisir Selatan saat berlangsungnya permainan bola volley antara klub.

Saat itu, terjadi penganiayaan hingga korban dipukul di kanan kepala dan bagian muka tepatnya pada batang hidung menggunakan tangan kanan terkepal sebanyak dua kali. Korban sempat divisum di RSUD Poso dan hasilnya bengkak pada dahi, luka lecet disertai bengkak pada hidung bagian kanan.

Tersangka Agustina Krisnawati Lewo  dikenakan atau  melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP yang diancam dengan hukuman penjara selama-lamanya dua tahun delapan bulan.

Kepala Kejaksaan Negeri Poso LB Hamka SH MH didampingi Kasie Pidana Umum Muhammad Amin SH  saat gelar kasus Restoratif Justice, Senin 22 November 2021 menjelaskan  penghentian penuntutan yang mengacu pada Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan berdasarkan keadilan restoratif.

Hal itu dilaksanakan karena telah memenuhi syarat di antaranya tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana, tindak pidana yang dilakukan ancaman pidananya tidak lebih dari 5 (lima tahun) penjara.

Selanjutnya, kedua belah pihak telah berdamai dan sepakat untuk tidak melanjutkan perkara tersebut ke proses persidangan dan telah ada pemulihan pada keadaan semula akibat tindak pidana yang dilakukan tersangka.

“Penghentian penuntutan berdasarkan Keadilan Restoratif ini sudah mendapatkan persetujuan dari Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah  sehingga saat ini Tersangka telah bebas dan berkumpul kembali dengan keluarganya setelah dikeluarkannya Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan,” tutur Hamka.

Lanjut dikatakan Kajari Poso, upaya perdamaian dilakukan pada Rabu 3 November 2021 bertempat di kantor Kejaksaan Negeri Poso dengan Jaksa Penuntut Umum Muhammad Amin SH.’

“Penuntut Umum menawarkan upaya perdamaian kepada korban dan tersangka yang dihadiri keluarga korban serta tokoh masyarakat dengan menjelaskan maksud dan tujuan dari upaya perdamaian untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali kepada keadaan semula,” ungkap LB Hamka SH MH.

Selanjutnya diuraikan Kajari Poso, pada 10 November 2021 telah dilaksanakan ekspose penanganan perkara berdasarkan Keadilan Restoratif di tingkat Kejakgung Tinggi Sulawesi Tengah secara langsung bertempat di Kejaksaan Negeri Poso yang dihadiri Asisten Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, Kepala Kejaksaan Negeri Poso.

Hasilnya, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah menyatakan menyetujui proses penanganan perkara dan penghentian penuntutan berdasarkan Keadilan Restoratif tersangka atas nama Agustina Krisnawati Lewo.

“Pihak tersangka dan pihak korban telah sepakat untuk damai dan telah ada pemulihan pada keadaan semula, sehingga terhadap  perkara tindak pidana penganiayaan yang dilakukan tersangka Agustina Krisnawati Lewo, Kepala Kejaksaan Negeri Poso mengeluarkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan berdasarkan Keadilan Restoratif Nomor B-912/P.2.13/Eoh.2/11/2021 tanggal 17 November 2021.”

Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas