Sunar Agus. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulteng menyetop izin keluar bagi narapidana, khususnya kasus penyalahgunaan narkotika. Langkah ini buntut kaburnya Moh Rifani, napi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Palu pada Sabtu 20 November 2021.

“Saya akan memerintahkan Kalapas sudah tidak ada izin lagi, apalagi yang kasus narkoba, ditutup saja,” tegas Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sulteng, Sunar Agus, kepada Metrosulawesi, Senin 22 November 2021.

Sunar mengatakan selama ini lembaga pemasyarakatan memang dimungkinkan memberikan izin bagi narapidana yang dengan alasan tertentu ingin keluar dari lingkungan Lapas atau Rutan. Hal ini karena pertimbangan rasa kemanusiaan seperti berobat, menghadiri duka atau membesuk keluarga yang sedang sakit.

“Sudah tidak ada izin lah, kalau masyarakat keberatan apa boleh buat, karena nyatanya juga membohongi kita. Kita sudah baik, sudah merawat, memberi makan, dan hak-hak yang relatif humanis. Katanya anaknya sakit, kita fasilitasi lihat, kan itu namanya kita sudah cukup baik. Tapi dengan dia menghianati kita, ya sudah tidak bisa lagi lah dipercaya,” ujar Sunar.

Dia menyebut penyetopan izin keluar juga wujud ketegasan Kanwil terhadap pelanggaran yang dilakukan narapidana. Termasuk nantinya izin berobat hanya akan diberikan setelah melalui proses berlapis.

“Kalau alasan berobat nanti akan dipastikan dahulu apakah harus keluar atau nanti dokternya saja yang kita datangkan ke Lapas. Kalau yang alasan menjenguk keluarga nanti kita fasilitasi virtual saja,” ucap Sunar.

Sunar kembali menegaskan penyetopan izin keluar harus diprioritaskan terhadap napi kasus narkoba. Sebelumnya, Sunar menyebut Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara (Lapas-Rutan) di Sulawesi Tengah, membina 1.000 lebih narapidana penyalahguna narkoba di daerah ini. Napi narkoba tersebut tersebar hampir di semua Lapas dan Rutan se-Sulteng.

“Sulawesi Tengah memang peringkat empat kasus penyalahgunaan narkoba,” terangnya, Minggu, 31 Oktober 2021.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas