DPO - Mohammad Rifani. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Mohammad Rifani, narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Palu kabur saat membesuk anaknya di Desa Kasimbar, Parigi Moutong, Sabtu 20 November 2021.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulteng, Sunar Agus, menerangkan Rifani diberi izin keluar dari Lapas karena alasan membesuk anaknya yang tengah sakit.

Pihak Lapas Palu kemudian memberikan izin dengan pengawalan dua petugas. Namun izin yang diberikan Lapas dimanfaatkan Rifani dengan melarikan diri saat dalam pengawalan petugas.

“Memang betul ada anaknya di Kasimbar, tapi di sanalah dia (Rifani) menyelinap lari, di rumahnya. Tapi saya belum tahu detail proses mengelabui petugas seperti apa karena masih dalam investigasi kanwil,” terang Sunar, Senin 2 November 2021.

Sunar mengatakan Rifani merupakan narapidana kasus narkotika yang jatuhi pidana 10 tahun.

Saat ini, masih dilakukan upaya pencarian atas kaburnya Rifani dengan menggandeng berbagai pihak.

“Saya rasa tidak lama akan ketemu karena sudah mulai bisa ditebak kemana dia melarikan diri,” ujarnya.

Jika ditemukan, Rifani akan disanksi pencabutan hak-hak seperti remisi dan jatah makan. Selain itu, akan ditambahkan masa pidana selama berada di luar Lapas. Hal ini disebut dimungkinan terhadap napi yang melakukan pelanggaran.

Sunar menambahkan pihaknya juga akan memberikan sanksi jika nantinya ada bukti keterlibatan oknum tertentu atas kaburnya Rifani. Namun demikian sampai saat ini, Kanwil Kemenkumham Sulteng menilai kaburnya Rafani merupakaan ‘kecelakaan’.

“Kalau sengaja dilarikan belum ada indikasi kami temukan karena terlalu berani itu. Kalau terlibat sengaja dilarikan pasti habis itu karena kita tegas kok,” tandas Sunar.

Sementara itu, Kepala Lapas Palu, Gamal Bardi, memastikan Rifani yang diberi izin ke luar lapas dalam status melarikan diri. Saat ini, petugasnya terus melakukan pencarian dengan meminta bantuan Kepolisian setempat dan Badan Narkotika Nasional (BNN) di daerah.

“Sampai saat ini kami masih di lapangan untuk melakukan pelacakan dan telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan BNN untuk memohon bantuan,” ucap Gamal.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas