FOTO BERSAMA - Para anggota BUMP saat foto bersama di kawasan tambang Poboya. (Foto: Dok. BUMP)
  • Bantu Ratusan Juta Launching Buku Investasi

Palu, Metrosulawesi.id – Badan Usaha Masyarakat Poboya (BUMP) kini telah berdiri di Kelurahan Poboya, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu. Mengadopsi kinerja BUMDES, BUMP ini diharapkan mampu menggerakkan perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lingkar tambang Poboya.

“BUMP ini dibentuk sekitar empat bulan yang lalu. Sampai hari ini jumlah anggota BUMP ada 15 orang, namun kami sangat berharap seluruh masyarakat Poboya bisa bergabung di BUMP ini,” kata Ketua BUMP, Arfan saat dihubungi melalui ponselnya, Senin, 22 November 2021.

Kata dia, tujuan utama BUMP ini berdiri adalah bagaimana masyarakat lingkar tambang bisa berdaya di wilayahnya.

“Sekarang kami berjuang agar BUMP ini bisa berkembang, bisa bersaing dengan pengusaha-pengusaha tambang lainnya. Seperti yang diinginkan Menteri Investasi Pak Bahlil, bagaimana masyarakat itu bisa menjadi pengusaha di wilayahnya sendiri. Konsep inilah yang kami dorong, bagaimana kita bisa menjadi pengusaha yang levelnya tidak jauh dari pengusaha tambang lainnya,” jelasnya.

Selain itu, kata Arfan, seluruh anggota BUMP secara sukarela juga telah memberikan donasi sebesar Rp150 juta untuk peluncuran buku investasi Mutiara di Lintas Sulawesi Tengah yang diprakarsai Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, dalam hal ini Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura.

“Kami akan menghadiri peluncuran buku investasi itu di Jakarta tanggal 6 November 2021. Sebenarnya tujuan kami memberikan bantuan itu adalah supaya kita bisa tahu dan pahami dan berdayakan bahwa Sulawesi Tengah ini memiliki areal tambang yang cukup besar. Kenapa tambang yang besar ini tidak kita manfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” jelasnya.

Arfan menegaskan pihaknya akan selalu bersinergi dengan pihak pemerintah setempat agar BUMP bisa menjadi wadah pemicu peningkatan ekonomi masyarakat Poboya.

“Kami mengharapkan pemerintah menaungi kami. Artinya bagaimana kami bisa berkontribusi untuk daerah. Kami tinggal menunggu arahan dari pemerintah daerah seperti apa yang baik,” jelasnya.

“Kami juga sangat berharap agar bisa bekerjasama dengan Perusda, PT Pembangunan Sulteng, dimana misalnya Perusda menyediakan kebutuhan-kebutuhan kami. Dan ini kolaborasi yang harus kami bangun ke depan. Oleh karena itu, saat ini kami sementara menuntaskan segala dokumen legalitas yang terkait BUMP ini,” jelasnya.

Reporter: Yusuf Bj
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas