Jefrisman Tanduru, SH. (Foto: Istimewa)
  • Terdakwa TPPU yang Divonis 5,5 Tahun dan Hartanya Dirampas Negara

Palu, Metrosulawesi.id – Putusan Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA/PHI/Tipikor Palu, berupa vonis pidana penjara terhadap terdakwa Amirsan Syarifudin, belum berkekuatan hukum tetap atau Inkracht. Pasalnya, melalui kuasa hukumnya Jefrisman Tanduru SH, terdakwa yang diadili dengan perkara dugaan Tindak Pindana Pencucian Uang (TPPU) dari tahun 2011-2021 telah resmi menyatakan banding, Senin 22 November 2021.

Sehingga proses hukum perkara yang menjeratnya masih akan bergulir di tingkat banding pada Pengadilan Tinggi (PT) Sulawesi Tengah.

“Selaku kuasa hukum terdakwa, saya telah resmi memohonkan banding Senin 22 November 2021, ke PT Sulteng melalui PN Kelas IA/PHI/Tipikor Palu,” ungkap Jefrisman Tanduru SH, ditemui di PN Kelas IA/PHI/Tipikor Palu, Senin, 22 November 2021.

Lanjut Jefri sapaan akrabnya, kliennya memohonkan banding terhadap putusan pengadilan nomor perkara 353/Pid.Sus/2021/PN. PAL, yang diputus pada tanggal 15 November 2021. Putusan perkara  itu, menyatakan perbuatan terdakwa Amirsan terbukti melakukan TPPU, kemudian menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 5 tahun 6 bulan. 

“Menurut kami putusan itu masih belum memenuhi rasa keadilan,” ujar Jefri.

Menurut Jefri pertimbangan kemudian memohonkan banding, karena banyak fakta persidangan yang seharusnya menjadi pertimbangan majelis hakim untuk diri terdakwa, namun fakta-fakta pertimbangan itu terabaikan. 

“Apalagi diamar putusan pengadilan, harta kekayaan terdakwa semuanya dirampas untuk negara,” sebutnya.

Sementara kata Jefri lagi bahwa untuk diketahui sejak tahun 2010 terdakwa telah memiliki sejumlah harta yang diperoleh dari kerja keras terdakwa. Bukan hasil TPPU sebagaimana didakwakan. Diantaranya home stay, rumah pribadi dan beberapa harta lagi yang didapatkan terdakwa dari hasil penjualan rumah di Jl. Emy Saelan sebelumnya.

“Namun semua itu tetap didakwakan merupakan hasil TPPU. Pembuktiannya seperti apa? ini yang juga menurut kami sangat jaggal,” terang Jefri.

Karena beberapa alasan itulah kemudian terdakwa memanfaatkan kesempatan yang diberikan majelis hakim sebagaimana ketentuan, yaitu memohonkan upaya banding. Permohonan banding terdakwa tergister dengan nomor 52/Akta.Pid/2021/PN. PAL, tertanggal 22 November 2021.

“Selanjutnya kita masih menunggu salinan putusan untuk segera menyusun memori banding,”  tutup Jefri.

Sementara, itu Humas PN Kelas IA/PHI/Tipikor Palu Zaufi Amri SH, juga membenarkan kalau terdakwa Amirsan Syarifuddin telah memohonkan banding ke PT Sulteng melalui PN Palu. Nomor permohonan bandingnya teregister dengan nomor 52/Akta.Pid/2021/PN. PAL, tertanggal 22 November 2021, dimohonkan kuasa hukumnya Jefrisman Tanduru SH.

“Terdakwa memohonkan banding di hari terakhir dari kesempatan yang diberikan majelis hakim paska putusan perkara dibacakan,” tandas Zaufi Amri.

Reporter: Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas