BERI SANTUNAN - Sekda Rustam Effendi secara simbolis memberikan santuan duka kepada keluarga guru honorer di ruang kasiromu, Jumat pekan lalu. (Foto: Istimewa)

Donggala, Metrosulawesi.id – Sekretaris Daerah Rustam Efendi secara simbolis memberikan santunan duka kepada keluarga dua guru honorer di ruang kasiromu, baru-baru ini. Santunan yang diberikan itu sebesar Rp42 juta.

Pemberian santunan itu merupakan rangkaian sosialisasi manfaat program BPJS Ketenagakerjaan dalam rangka percepatan implementasi Inpres Nomor 2 Tahun 2021, tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi Non ASN di Kabupaten Donggala Tahun Anggaran 2022.

Sekda dalam sambutannya mengatakan pemberian santunan duka bagi keluarga guru honorer adalah hasil kerja sama dengan BPJS, dimana BPJS juga fokus dengan non ASN karena ASN sudah masuk di dalam Tabungan Pensiun (Taspen), tetapi bagi ASN yang ingin memanfaatkan atau menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, diberikan ruang oleh BPJS dan mendapatkan nilai manfaat bagi ASN.

Dimana manfaat BPJS Ketenagakerjaan di antaranya, kalau peserta BPJS kemudian meninggal maka setelah tiga tahun keikutsertaan, anak yang ditinggalkan mendapatkan manfaatnya yaitu ditanggung biaya sampai tamat kuliah.

“Sehingga pertemuan hari ini tinggal memfinalkan, yang nantinya kita bicarakan selanjutnya, entah nanti kita satukan di BPKAD atau didistribusi masing-masing OPD, anggaran untuk tenaga honor itu adalah teknis, tapi yang jelas adalah semua tenaga honorer kita harus masukkan dalam BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya.

Sekda Rustam Efendi meminta kepada pimpinan OPD atau yang mewakili saat mengikuti sosialisasi, proaktif untuk memastikan data akurat tenaga Honorer, karena data yang akurat  menjadikan dasar untuk mengintervensi berapa besaran iuran yang akan ditetapkan.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu
Rizal

Ayo tulis komentar cerdas