Masnur H. Lapenna. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala SMP Negeri 13 Palu, Masnur H. Lapenna mengaku, bahwa siswanya yang belum divaksin mendapatkan kebijakan khusus untuk mengikuti Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di sekolah.

“Kebijakan khusus itu diberikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, sehingga siswa kita bisa PTMT 100 persen, secara bergantian, meskipun peserta didik sebagian besar belum divaksin,” kata Masnur, melalui ponselnya, belum lama ini.

Kata Masnur, kondisi peserta didik di SMPN 13 sangat memperihatinkan jika mereka sebagian PTMT, dan sebagiannya belajar daring. Sebab sejumlah peserta didiknya tidak memiliki fasilitas pendukung untuk melaksanakan PJJ daring.

“Alhamdulillah Wali Kota memberikan kebijakan yang cukup meringankan kita. Sekolah saya memang sekolah yang dikhususkan untuk bisa melaksanakan PTMT 100 persen, meskipun ada yang belum divaksin, dengan tetap mengacu pada prokes, yakni 50 persen saja di dalam kelas. Dengan sistem ganjil genap, misalnya shift A masuk di minggu ganjil dan shift B masuk di minggu genap,” ujarnya.

Kebijakan itu ada, kata Masnur, karena peserta didik SMPN 13 Palu kurang lebih 90 persen tidak memiliki fasilitas android. PJJ pun tidak dapat dilaksanakan secara daring, karena sebagian besar pasti melaksanakan PJJ luring, sehingga lebih baik sekaligus semua peserta didik mengikuti PTMT.

“Bahkan meskipun peserta didik yang belum divaksin dapat melaksanakan PTMT. Namun kami tetap mengimbau dan terus mengupayakan agar para peserta didik tetap menerima vaksinasi, sehingga vaksinasi pelajar di dapat mencapai 100 persen, mengingat saat ini vaksinasi di SMPN 13 baru mencapai 19 persen,” jelasnya.

Menurut Masnur, dirinya terus berupaya dengan selalu mengimbau orangtua agar mengizinkan anaknya untuk divaksin.

“Karena yang menjadi kendalanya adalah izin dari orangtua, sehingga kami akan kembali menyebar surat pernyataan dari orangtua terkait alasan mereka belum mengizinkan anaknya divaksin, karena memang saat ini vaksinasi di sekolah kami belum mencapai target maksimal, dari 587 peserta didik baru sekitar 110 yang sudah divaksin,” pungkasnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas