Alfret Suangga ST MT. (Foto: Metrosulawesi/ Saiful Sulayapi)

Poso, Metrosulawesi.id – Proyek pembangunan perumahan untuk penyintas banjir bandang Maret 2020 silam di Desa Lengkeka Kecamatan Lore Barat, akhirnya rampung dan siap dihuni.

Perumahan untuk puluhan kepala keluarga yang kehilangan tempat tinggal itu dibangun oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Poso melalui  bantuan Pemerintah Pusat yakni Kementerian PUPR RI Ditjen Perumahan.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Poso Alfret Suangga ST.M.Si membenarkan bahwa perumahan yang disiapkan khusus bagi warga Desa Lengkeka korban banjir bandang, telah rampung pengerjaannya 100%, sebanyak 61 unit, tegas Alfred kepada wartawan Sabtu 20 November 2021.

“Perumahan yang disiapkan ini memang khusus bagi mereka yang menjadi korban banjir bandang, yang keputusan dan penetapannya berdasarkan keputusan BPBD Kabupaten Poso,” jelas Alfret.

Untuk mengantisipasi agar peristiwa kelam tersebut tidak terjadi lagi ujar Alfret menambahkan olehnya penempatan lokasi perumahan ini, sengaja dipilih dalam kawasan yang dinilai aman.

“Lokasi perumahan ini dinilai aman dari banjir dan masuk dalam daerah rencana pengembangan kawasan kota Lengkeka yang jarak lebih kurang 1,5 Km dari pemukiman lama. Dan untuk tanahnya sendiri memang milik pemerintahan desa setempat,” akunya.

Menjawab pertanyaan  media ini terkait soal belum tersedianya air bersih dan listrik di perumahan tersebut, kembali Alfret menjelaskan bahwa untuk fasilitas tersebut bukan kewenangan dari OPD yang dipimpinnya.

“Kami hanya sebatas penyediaan instalasi listrik dalam rumahnya saja, soal penyambungan listrik, itu tugas dinas Perhubungan dan sudah kami surati sejak bulan Juni tahun ini, termasuk ke pihak PDAM yang sebentar lagi telah siap untuk menyambung jaringan pipanisasi air bersihnya. Kalau jalan masuk menuju pemukiman sudah dilakukan pengerasan dan telah bisa dilewati,” terang Alfret.

Dijelaskannya,  agar tidak terjadi kecemburuan ditengah warga penerima saat dalam pembagian unit perumahan, sehingga digunakan metode cabut lot. Keputusan ini berdasarkan hasil kesepakatan rapat bersama antara pihak dinasnya dengan Pemerintah Desa Lengkeka dan Pemerintahan Kecamatan Lore Barat.

“Sebanyak 50 unit rumah telah diberikan nomor sebelumnya, kemudian dihadapan tim sembilan perwakilan pemerintah desa, setiap warga penerima bantuan. Mereka mencabut nomor rumah miliknya. Untuk 11 unit rumah lainnya, tidak diikutkan dalam lot, karena berdiri diatas lahannya sendiri,” pungkasnya.

Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas