SIDANG PERDANA - Terdakwa Silvana Bidja saat menjalani sidang di PN Palu, di tempat terpisah terdakw Ansar Mapiase juga ikut bersidang namun secar virtual. (Foto: Metrosulawesi/ Sudirman)
  • Mantan PPTK dan Bendahara BPKAD Balut yang Terjerat Korupsi

Palu, Metrosulawesi.id – Terdakwa perkara korupsi Silvana Bidja, juga memohonkan banding terhadap putusan Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA/PHI/Tipikor Palu yang menganjarkannya hukuman pidana 4 tahun, ke Pengadilan Tinggi (PT) Sulteng. Silvana Bidja merupakan satu dari tiga terdakwa yang ikut terjerat kasus dugaan korupsi SPPD Fiktif di Badan Pegelolaan Keuangan dan Aset Daerah, (BPKAD) Kabupaten Banggai Laut (Balut) Tahun 2020.

Selain dirinya perkara ini juga menjerat mantan Kepala BPKAD Balut Idhamsyah S Tompo, serta mantan bendahara pengeluaraan BPKAD Balut Ansar Mapiase. Hanya sewaktu berproses di meja hijau, terdakwa Silvana Bidja yang merupakan eks PPTK di BPKAD Balut menjalani persidangan bersama terdakwa Ansar Mapiase. Keduanya divonis pidana sama yakni 4 tahun penjara.

Hanya terhadap putusan PN Palu tersebut hanya Silvana yang selanjutnya menyatakan banding guna mencari keadilan.

“Terdakwa Silvana memohonkan banding sejak 15 November 2021,” ungkap Humas PN Kelas IA/PHI/Tipikor Palu Zaufi Amri.

Terdakwa menyatakan banding terhadap putusan PN Palu perkara nomor 46/Pid.Sus-TPK/2021/PN Pal, yang dibacakan Majelis hakim Zaufi Amri SH didampingi dua hakim anggota yakni Darmansyah SH. MH, dan Bonifasius SH.

“Untuk terdakwa Ansar Mapiase hingga batas waktu diberikan setelah putusan tidak ada datang menyatakan sikap, jika demikian terdakwa Ansar Mapiase hukumannya inkracht atau telah berkekuatan hukum tetap,” tegas Zaufi Amri lagi.

Terdakwa Silvana Bidja menyatakan banding, karena vonis yang diganjarkan majelis hakim lebih berat dari tuntutan JPU. Sebelumnya terdakwa Silvana Bidja termasuk rekannya terdakwa Ansar Mapiase divonis dengan pidana penjara selama 4 tahun serta dipidana denda sebesar Rp 250 juta subsider Rp 1 bulan kurungan.

Sedangkan tuntutan pidana dari JPU untuk terdakwa Silvana Bidja dan Ansar Mapiase, masing-masing dengan pidana 3 tahun dan 6 bulan penjara dengan perintah agar para terdakwa segera ditahan di Rutan, dan membayar pidana denda sebesar Rp. 200 juta subsidiair pidana kurungan selama 6 (enam) bulan.

Keduanyanya juga dipidana untuk membayar masing-masing uang pengganti atas kerugian negara. Namun terhadap pidana uang pengganti itu tidak perlu lagi keduanya lakukan,karena keduanya telah menitip uang pengembalian atas kerugian negara kepada JPU. Sejak Oktober 2021, berdasarkan berita acara penitipan kepada JPU.

Sementara untuk bekas pimpinan mereka Idhamsyah S Tompo, yang diperiksa dengan berkas terpisah dalam perkara SPPD Fiktif BPKAD Balun tahun 2020 ini, juga memohonkan banding terhadap putusan PN Palu. Idhamsyah S Tompo divonis pidana penjara  7 (tujuh) tahun dan 6 (enam) bulan dan denda sejumlah Rp 500 juta  dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 1 tahun. Serta diganjar pidana tambahan berupa membayar uang pengganti sebesar Rp.1.032.956.000, subsider 2 tahun penjara.

Reporter: Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas