Mahmud Matangara. (Foto: Istimewa)
  • Bila Insiden Perampasan Hasil Liputan Tidak Diproses

Palu, Metrosulawesi.id – Ketua PWI Sulteng, Mahmud Matangara SH MM mengancam akan membawa kasus perampasan dan penghapusan video gambar oleh oknum polisi di Banggai ke Mabes Polri, jika Kapolda Sulteng Irjen Pol Rudy Sufahriadi memproses kasus itu hingga ke pengadilan.

“Kasus ini delik umum, bukan delik aduan. Sehingga meskipun wartawan yang bersangkutan sudah berdamai, tetapi secara hukum harus tetap diproses hingga ke pengadilan,” katanya menjawab Metrosulawesi, Jumat 19 November 2021.

Kasus perampasan dan penghapusan hasil liputan wartawan oleh oknum polisi, bukan baru kali ini terjadi.

“Kasus semacam ini sudah sering terjadi. Karena itu harus tuntas, biar bisa memberikan efek jera dan tidak terjadi lagi di kemudian hari,” ujarnya.

Mahmud mengatakan, wartawan dalam menjalankan profesinya dilindungi oleh undang-undang. Oleh karena itu, siapapun yang menghalang-halangi kerja-kerja wartawan berarti patut diduga melanggar undang-undang.

Tindakan oknum polisi berinisial Brigpol H telah melanggar Pasal 1 ayat (8) dan Pasal 4 ayat (1) dan (3) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Mahmud mengapresiasi sikap bijak Kapolda Sulteng yang langsung menyampaikan permintaan maaf. Namun hal itu katanya, tidak menggugurkan proses hukum.

“Kita apresiasi, tapi ini harus tetap diproses hukum. Biar jangan disangka menghalang-halangi kerja wartawan apalagi melakukan kekerasan dianggap biasa-biasa saja, dan bisa diselesaikan dengan permintaan maaf,” katanya.

Ketua PWI Sulteng juga meminta kepada segenap organisasi yang membawahi wartawan untuk memperkuat solidaritas antar profesi.

Insiden perampasan dan penghapusan video gambar milik wartawan TV One, Andi Baso terjadi saat kunjungan kerja Kapolda di Banggai. Salah satu oknum polisi Brigpol mendatangi wartawan yang bersangkutan untuk meminta penghapusan gambar. Keduanya sempat bersitegang.

Kapolda Irjen Pol Rudy Sufahriadi, menyayangkan insiden perampasan dokumen liputan yang dilakukan oleh anggotanya kepada reporter TV One, Andi Baso Hery itu.

“Saya menyayangkan insiden seperti itu bisa terjadi, dan meminta maaf atasnya. Apa yang telah terjadi menjadi pelajaran bagi semua pihak, dan kedepannya ditekankan agar tidak terjadi lagi,” ucap Kapolda saat menggelar mediasi bersama reporter TV One, Andi Baso Hery, dirumah dinas Kapolres Banggai, Kelurahan Soho, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai.

Lebih lanjut Kapolda mengatakan apa yang terjadi menjadi contoh dalam memperbaiki dan menjaga keharmonisan hubungan relasi antara kedua belah pihak.

“Semua bisa salah, semua manusia tidak luput dari khilaf, dan saling memaafkan merupakan tindakan yang tepat. Kalau anak buah saya salah, berarti saya yang salah, karena saya orang tua dari para personil Polri di wilayah hukum Polda Sulteng,” ujarnya.

“Apa yang terjadi karena adanya misskomunikasi, dan sebagai pimpinan saya secara tulus meminta maaf atas insiden yang telah terjadi. Ketika terjadi konflik antara pers dan polri harus segera diselesaikan,” tambahnya.

Irjen Pol Rudy Sufahriadi juga mengatakan, hubungan media dengan Polri harus bersinergi dan harmonis, karena kedua pihak merupakan stakeholder yang saling membutuhkan dalam memberikan dan menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di masyarakat.

“Insiden ini menjadi pembelajaran dan kedepannya diharapkan mampu menjadi perekat hubungan harmonis antara media dengan kepolisian,” tandasnya.

Upaya mediasi turut dihadiri oleh Kapolres Banggai, AKBP Yoga Priyahutama, Kasat Reskrim dan Kasat Intel Polres Banggai, IPTU Adi Herlambang dan IPTU Agung Ksatria Kesuma, ajudan Kapolda, Kompol Hangga, sejumlah anggota rombongan Kapolda dan perwakilan media.

Reporter: Djunaedi – Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas