Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kementarian Agama RI Saiful Mujab (kiri bawah), Direktur Sales & Distribution PT Bank Syariah Indonesia Tbk Anton Sukarna (kanan bawah) dan secara virtual Direktur Jenderal Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah Kementerian Agama RI Hilman Latief (kiri atas) dan Kepala Bidang Penghimpunan & Penempatan Dana, Investasi Langsung & Investasi lainnya Dalam Negeri Badan Pengelola Keuangan Haji, Iskandar Zulkarnain (kanan atas) saat peluncuran fitur pendaftaran haji online via BSI Mobile Rabu (17/11). (Foto: Dokumentasi BSI)

Palu, Metrosulawesi.id – PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) memberikan akses bagi masyarakat yang ingin mendaftar sebagai calon jemaah haji dengan fitur pembayaran setoran awal pendaftaran haji secara daring via BSI Mobile agar lebih cepat.

Dengan adanya fitur ini, calon jemaah haji yang telah memiliki rekening Tabungan Haji di BSI dapat menyetorkan uang pembayaran setoran awal pendaftaran haji melalui daring sebesar Rp25 juta dan tak perlu datang ke kantor cabang BSI. Uang tersebut sebagai syarat mendapatkan nomor porsi haji yang ditentukan oleh Kementerian Agama.

Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan kapabilitas digital menjadi salah satu fokus utama BSI dalam menggaet pasar yang serba dinamis, akurat dan cepat. Potensi perjalanan ke tanah suci untuk berhaji dan umrah menjadi salah satu segmen yang dibidik BSI dalam rangka kapitalisasi digital tersebut.

“Pengembangan fitur pembayaran setoran awal pendaftaran haji via aplikasi BSI Mobile ini menjadi bentuk keseriusan dalam mengembangkan digital savvy sebagai gaya hidup milenial dan seluruh nasabah. Sehingga nasabah dapat bertransaksi di BSI secara cepat, aman, nyaman, dan sesuai prinsip syariah,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/11/2021).

Anton mengungkapkan layanan baru itu pun dalam rangka membangun ekosistem halal serta mendorong masyarakat muslim mempersiapkan dana untuk beribadah haji sejak dini. Pihaknya optimistis bahwa tabungan haji bisa menjadi uniqueness dan selling point serta core BSI.

Untuk itu, ia mengungkapkan BSI terus memberikan edukasi kepada generasi milenial dan generasi Y serta Z untuk mempersiapkan ibadah haji secara optimal dan terencana dengan baik. Selain fitur anyar ini, BSI juga telah menyediakan layanan membuka Tabungan Haji Indonesia secara daring via BSI Mobile. Nasabah pun diberikan pilihan mata uang, baik rupiah maupun US dolar. Nasabah juga mendapatkan notifikasi saat tabungan hajinya telah mencapai Rp25 Juta.

“Minat masyarakat akan pentingnya haji sejak dini terbukti dari kinerja Tabungan Haji BSI per September 2021 jumlah penabung haji di BSI lebih dari 4,3 Juta nasabah yang tersebar di seluruh Indonesia. Angka ini akan terus tumbuh seiring inovasi fitur baru pembayaran setoran awal pendaftaran haji online yang ditargetkan untuk menyasar generasi milenial,” tutur Anton dengan optimistis.

Dengan adanya sistem pembayaran realtime ini, nasabah juga secara otomatis langsung mendapatkan bukti pembayaran yang terdapat nomor validasi melalui BSI Mobile. Selanjutnya, nasabah dapat melakukan konfirmasi pembayaran untuk memperoleh nomor porsi melalui aplikasi Haji Pintar milik Kementrian Agama atau mendatangi Kantor Kementrian Agama setempat sesuai domisili KTP. Di sisi lain, transaksi digital pada BSI Mobile terus menunjukan pertumbuhan. Transaksi kumulatif melalui BSI Mobile per September 2021 mencapai 72,4 juta transaksi atau tumbuh pesat sekitar 132,8% secara tahunan. Dengan adanya layanan pendaftaran haji online ini, perseroan menargetkan transaksi BSI Mobile dapat terakselerasi dan tumbuh lebih tinggi. (**/fik)

Ayo tulis komentar cerdas