PEMAPARAN - Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPP) Pratama Palu, Bangun Nur Cahya Kurniawan, menyampaikan paparan saat ngopi bareng media di Palu, pada Selasa 16 November malam. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)
  • Per 31 Oktober KPP Palu Kumpulkan Rp1,09 T

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPP) Pratama Palu, Bangun Nur Cahya Kurniawan mengungkapkan, partisipasi warga di empat daerah di Provinsi Sulteng yakni di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala dan Parigi Moutong, untuk membayar pajak mengalami peningkatan meski pandemi Covid-19 belum berakhir.

“Berdasarkan data per 31 Oktober 2021, kami dari KPP Pratama Palu yang menangani empat daerah itu, berhasil mengumpulkan penerimaan pajak sebesar Rp1,09 triliun, atau sudah mencapai 82,51 persen dari target penerimaan pajak yang ditetapkan sebesar Rp1,32 triliun untuk 2021,” kata Bangun, di Palu, saat ngopi bareng media di Palu, pada Selasa 16 November malam.

Bangun mengaku, jika dibandingkan tahun 2020, penerimaan pajak yang dikumpulkan KPP Pratama Palu di empat daerah yang merupakan wilayah kerja, tumbuh 27,17 persen. Pada 2020 penerimaan pajak dari empat daerah itu hanya Rp 862,89 miliar.

“Jika dibagi berdasarkan jenis pajak, Pajak Penghasilan (PPH) berkontribusi paling besar yakni mencapai Rp476,45 miliar. Disusul penerimaan dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM) yakni Rp357,86 miliar,” ujarnya.

Kemudian kata Bangun, penerimaan dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) senilai Rp3,63 miliar dan penerimaan dari jenis pajak lainnya senilai Rp39,87 miliar.

“Jika dibagi berdasarkan sektor usaha,  penerimaan pajak dari sektor perdagangan besar dan eceran berkontribusi paling besar yaitu Rp414,25 miliar. Disusul sektor administrasi pemerintahan dan jaminan sosial sebesar Rp195,13 miliar,” katanya.

Bangun mengatakan, penerimaan pajak dari sektor jasa keuangan dan asuransi senilai Rp164,63 miliar, konstruksi Rp143,60 miliar, transportasi dan pergudangan Rp47,82 miliar, industri pengolahan 46,73 miliar.

“Selanjutnya jasa profesional, ilmiah dan teknis senilai Rp20,46 miliar, kegiatan jasa lainnya Rp14,18 miliar, pengadaan listrik, gas, uap atau air panas dan udara dingin Rp7,84 miliar, pertanian, kehutanan dan perikanan Rp7,37 miliar dan sektor usaha lainnya Rp35,32 miliar,” ungkapnya.

Bangun mengatakan, peningkatan penerimaan pajak tersebut terjadi tidak lepas dari terus pulihnya berbagai sektor ekonomi utamanya sektor industri maupun Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di empat daerah itu seiring terus melandainya kasus Covid-19 di Sulteng yang kemudian membuat pelaku usaha dapat kembali beraktivitas seperti sediakala.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas