BELUM SELESAI - Bangunan Kantor BPN Donggala baru 30 persen. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

Donggala, Metrosulawesi.id – Proyek rehab kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Donggala belum selesai dibangun. Proyek Rp1,6 miliar itu dikerjakan oleh CV Rizki Bintang Perkasa.

BPN memilih memutus kontrak yang baru mencapai progres 30%.

“Perusahaan dari Makassar itu pak, CV Rizki Bintang Perkasa, terpaksa kami putus kontraknya karena progresnya masih 30%,” kata Kepala Kantor BPN Donggala,  Firman, Kamis pekan lalu.

Ia menjelaskan pemutusan kontrak itu sudah melalui proses dan melibatkan tim teknis termasuk kontraktor pelaksana CV Rizki Bintang Perkasa.

“Sebelum kami putus kontrak kami undang rapat bersama tim teknis, termasuk CV Rizki Bintang Perkasa, tapi direkturnya tidak datang, dan berdasarkan laporan pengawas memang pekerjaannya baru 30%,”sebutnya.

“Proyek rehab gedung BPN ini 168 hari kerja dimulai Agustus kemarin, tetapi hingga memasuki pertengahan November belum mencapai 50%, sedangkan Desember harus selesai,” jelasnya.

Olehnya dengan diputusnya kontrak CV Riski Bintang Perkasa secara otomatis pembangunan lanjutan menunggu hasil dari tim Pokja BPN Pusat.

“Pemutusan kontrak sudah kami laporkan juga ke pusat (Kementerian Agraria dan Tata Ruang) , dan pusat juga melalui tim pokjanya yang akan menentukan perusahaan yang akan mengerjakan di sisa durasi waktu satu bulan lebih ini,” tutupnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas