TINJAU VAKSINASI - Bupati Morowali Utara dr. Delis Julkarson Hehi (kiri) saat meninjau vaksinasi Covid-19. (Foto: Dok)
  • Kesembuhan Pasien Covid di Sulteng 96,49 persen

Morut, Metrosulawesi.id – Menindakanjuti harapan Gubernur H Rusdy Mastura, para pimpinan di daerah terus menerus menyesoalisasikan pentingnya vaksinasi Covid-19. Vaksin Covid dimaksudkan untuk membentuk kekebalan tubuh. Sebaliknya bagi mereka yang tidak divaksin akan mudah terpapar Covid.

Hal itu disampaikan Bupati Morowali Utara (Morut) Delis Julkarson Hehi kepada warganya, seperti dikutip Antara, Sabtu 13 November 2021. Delis mengatakan, vaksinasi Covid-19 bertujuan untuk menjaga kekebalan tubuh agar tidak gampang terpapar virus yang pertama kali menginveksi warga di Kota Wuhan Provinsi Hubei Tiongkok itu.

“Tidak ada dampak negatif vaksin Covid-19. Vaksin tersebut untuk menjaga kekebalan tubuh dari paparan Covid-19,” katanya.

“Ibaratnya vaksin itu seperti rompi anti peluru. Peluru tidak akan menembus badan kita yang dilindungi rompi anti peluru. Begitu juga badan yang telah divaksin,” tambahnya.

Sebaliknya, lanjutnya, jika tidak divaksin maka sangat gampang tertular dan menularkan virus yang mematikan tersebut. Ia sendiri sudah menerima dua dosis vaksin Covid-19.

“Vaksin Covid-19 itu sudah melalui pengujian di laboratorium oleh para ahli. Secara logika tidak mungkin digunakan jika tidak ada manfaatnya, apalagi kalau malah hanya memberikan dampak negatif bagi orang yang divaksin,” ujarnya.

Delis juga meminta masyarakat agar tidak mudah percaya apalagi sampai terpengaruh dengan informasi hoaks mengenai vaksin Covid-19 yang bertujuan agar masyarakat enggan divaksin.

“Di DKI Jakarta saat ini angka kematian akibat paparan Covid-19 menurun tajam. Itu terjadi karena sebagian besar warga DKI Jakarta sudah divaksin,” ucapnya.

Sementara itu, Pusat Data dan Informasi (Pusdatina) Covid-19 Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mencatat tingkat kesembuhan pasien yang terpapar Covid-19 di provinsi itu naik menjadi 96,49 persen.

Juru Bicara Pusdatina Covid-19 Provinsi Sulteng Adiman menerangkan secara kumulatif dari total 47.082 orang yang terkonfirmasi telah terpapar Covid-19, sebanyak 45.428 orang diantaranya dinyatakan telah sembuh.

“Sementara itu 1.597 pasien Covid-19 dinyatakan meninggal dunia atau 3,39 persen dari total pasien yang terpapar Covid-19,” katanya di Kota Palu, Sabtu malam.

Prosentase kasus aktif Covid-19 di Sulteng turun tinggal 0,12 persen atau 57 pasien yang masih menjalani karantina secara mandiri maupun di pusat pelayanan kesehatan milik pemerintah daerah setempat.

“Kita berharap tingkat kesembuhan pasien Covid-19 terus naik sehingga Sulteng bisa keluar dari pandemi Covid-19,” ujarnya.

Hari ini, kata Adiman, dua orang, masing-masing satu orang di Kabupaten Sigi dan satu orang di Donggala terkonfirmasi positif Covid-19.

Dia meminta masyarakat mendukung tim pengawas dinas kesehatan kabupaten dan kota di Sulteng yang melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19.

Selain itu, warga diimbau menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan dan penyebaran Covid-19 secara ketat.

“Pencegahan dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas di luar rumah. Langkah tersebut sangat penting dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan Covid-19 di Sulteng,” katanya.

Reporter: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas