dr Amsyar Praja. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Insentif tenaga kesehatan (nakes) yang menangani pasien Covid-19 di RSUD Undata belum cair untuk beberapa bulan terakhir. Keterlambatan pencairan insentif ini bukan kali pertama sejak adanya pandemi Covid-19.

“Bukan dari kami keterlambatan, dari Dinas Kesehatan,” ujar Plt Direktur RSUD Undata, dr Amsyar Praja, Rabu, 10 November 2021.

Amsyar mengatakan pihaknya telah memasukkan laporan untuk pencairan insentif nakes ke Dinkes Provinsi Sulteng. Dia mengimbau nakes bersabar menunggu pencairan karena tetap akan dibayarkan. Pembayaran masih melalui transfer langsung ke rekening masin-masing penerima.

Amsyar menambahkan sebagian besar nakes penanganan Covid-19 di RSUD Undata telah dialihkan kembali menangani pasien umum. Ini menyusul penurunan jumlah pasien corona di rumah sakit milik Pemprov Sulteng itu.

“Nakes-nakes relawan juga sudah banyak kita kembalikan karena sudah menurun jumlah pasien,” tandas Amsyar.

Pada Agustus lalu, Amsyar menyampaikan pencairan insentif nakes Covid-19 baru sampai Maret 2021.

“Yang dibayar baru sampai Maret, yang April, Mei, Juni belum, tapi katanya sudah mau dibayarkan,” ungkapnya, Jumat 20 Agustus 2021.

Amsyar mengatakan pembayaran insentif nakes menggunakan APBN yang pengelolaannya oleh pemerintah daerah melalui OPD terkait.

“Tetap dana pusat tapi diserahkan ke daerah, daerah sekarang yang membayarkan,” tandasnya.

Diketahui, besaran insentif yang diterima nakes berbeda-beda sesuai jumlah penanganan pasien Covid-19. Untuk dokter umum maksimal Rp10 juta, sementara perawat dan tenaga medis lainnya akan menerima Rp7,5 juta. Namun demikian, nominal insentif disesuaikan dengan jumlah pasien yang diperiksa atau ditangani.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas