Kadis Pertanian Poso, Suratno SP MSi. (Foto: Metrosulawesi/ Saiful Sulayapi)

Poso, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Pertanian Poso Ir Suratno SP MSi kepada Metrosulawesi, Selasa 9 November 2021 menyampaikan, sesuai dengan data statistik, Kabupaten Poso sebagai daerah penghasil bahan pangan khususnya beras.

“Kita sudah surplus bahkan kelebihan produksi, beras kita selama ini dijual ke luar daerah seperti ke Manado, Makasar dan Morowali serta daerah lainnya. Namun kita tidak boleh berpuas diri,  kita tetap harus terus meningkatkan produksi pangan kita untuk membantu pemerintah dalam mencukupi pangan nasional sehingga tidak lagi mengimpor beras,” ungkap Suratmo.

Lanjut Suratno  mengatakan, satu peluang besar terbuka bagi masyarakat Kabupaten Poso sebagai penghasil bahan baku industri dengan dibangunnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di wilayah Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah.

Para petani dapat menjadi pemasok di berbagai industri pengolahan pangan untuk tujuan ekspor. Beberapa industri yang dibangun antara lain pabrik durian pasta dan pabrik minuman lemon yang membutuhkan bahan baku berupa buah durian segar dan buah jeruk yang banyak dan berkesinambungan.

Hal Ini  diuraikan mantan Kepala Bapelitbangda Poso ini  merupakan peluang usaha agribisnis di bidang buah-buahan yang besar bagi daerah kita.

“Ke depan petani juga mempunyai peluang besar memasok bahan pangan pokok dan pangan lainya seperti sayuran dan rempah-rempah ke daerah ibu kota negara yang baru yaitu di Kalimantan Timur, sebagai petani harus memanfaatkan potensi dalam hal peningkatan kesejahteraan,” tutur Suratno.

AdapunĀ  kendala yang dihadapi petani terkait masalah keterbatasan kuota pupuk subsidi dan alsintan. menurutnya, Pemerintah Daerah melalui Dinas Pertanian mendorong petani untuk merubah mindset dengan menggunakan pupuk non subsidi untuk kebutuhan pertanian yang diibaratkan jika pupuk adalah obat, maka pupuk non subsidi adalah obat paten yang tentunya memiliki kualitas lebih baik.

Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas