FOTO BERSAMA - Dua siswa MAN IC Palu, saat foto bersama menunjukan alat pengelolaan air limbah menjadi air mineral siap minum yang mereka ciptakan, belum lama ini. (Foto: Istimewa)
  • Berhasil Lolos ke ajang KOPSI Nasional

Palu, Metrosulawesi.id – Dua peserta didik Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Kota Palu, berhasil menciptakan alat pengelolaan air limbah menjadi air mineral siap minum. Dengan penemuan tersebut mereka berhasil lolos Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia (KOPSI) tingkat nasional.

Dua siswa tersebut bernama Aulia Isma dan Amaliah kelas XI. Saat ini keduanya tinggal mematangkan seluruh penelitian tersebut untuk nantinya akan dilombakan di tingkat nasional dalam waktu dekat. Siswa tersebut merupakan satu-satunya perwakilan madrasah di Sulteng yang berhasil lolos pada ajang Kopsi tingkat nasional.

Guru Pembina Penelitian Siswa MAN IC Kota Palu, Mohammad Sidik mengatakan, dirinya sangat bangga dengan dua siswa yang telah berhasil membuat penelitian yang dapat meloloskan mereka pada ajang Kopsi tingkat nasional.

“Sebelumnya kami merupakan madrasah yang aktif memberikan bimbingan kepada para siswa tentang penelitian. Pada ajang ini kami mengirimkan dua judul penelitian dan satu diantaranya lolos hingga ke tingkat nasional. Semoga ini bisa kembali mengulang prestasi sebelumnya yang pernah mereka raih pada ajang yang sama hingga ke tingkat internasional,” ujar Sidik, melalui ponselnya, belum lama ini.

Sebelumnya kata dia, siswanya berhasil meraih medali emas di tingkat nasional dan berhasil lolos di tingkat internasional dan kembali meraih medali perunggu. Olehnya mereka kembali termotivasi dengan raihan prestasi sebelumnya.

“Kami memang mendengar dari panitia pelaksana bahwa siswa MAN IC Palu, bisa lolos karena menciptakan alat yang nantinya bisa berguna bagi seluruh masyarakat dunia. Apalagi judul yang mereka buat sangat berbeda dengan peserta lainnya, makanya ini akan menjadi motivasi buat kita dalam mempersiapkan diri agar bisa tampil maksimal dan membawa pulang juara,” jelasnya.

Menurutnya, proses bimbingan tersebut memang memakan waktu lama, karena dilaksanakan selama tiga bulan dan berbagai alat sudah digunakan untuk bisa menguji coba penelitian tersebut. Sehingga pada saat sempurna mereka baru menampilkan pada ajang tersebut.

“Kami saat ini terus memberikan bimbingan kepada para siswa agar bisa menguasai seluruh materi penelitian tersebut. Sebab ke depannya ini bisa menjadi pelajaran bagi siswa lainnya untuk bisa menciptkan berbagai alat yang dapat berguna bagi seluruh umat manusia,” pungkasnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas