Kondisi wajah MI saat sebelum ditindaki dan sehari setelah mendapat penindakan di Erha Skin Palu. (Foto: Ist)
  • Diduga Malapraktek, Wajah Mulus Malah Jadi Rusak

Palu, Metrosulawesi.id – Diduga melakukan tindakan malapraktik, klinik perawatan kulit Erha Skin Palu, beralamat di JL. Moh. Hatta, Palu, dipolisikan salah satu konsumenya yakni MI (29) warga JL. Sungai Miu, kelurahan Ujuna, Palu Barat.  MI resmi melaporkan Erha Skin Palu ke Polda Sulteng sejak tanggal 4 Agustus 2021, berdasarkan nomor laporan Polisi, STTLP/122/VIII/2021/SPKT/Polda Sulteng.

“Kasus dugaan malpraktek itu sementara dalam proses penyelidikan di Polda Sulteng,” ungkap Winda SH, kuasa hukum MI korban malapraktik dari pihak Erha Skin Palu ditemui Metro Sulawesi, Senin, 8 November 2021.

Dikatakan Winda, dugaan malapraktik itu terjadi pada Juli 2021, saat MI datang mengkonsultasikan masalah pada kulitnya berupa flek hitam di bagian wajah ke salah satu dokter yang bekerja di klinik itu.

“Setelah melihat kondisi wajah MI, dokter di Erha Skin Palu mendiagnosa masalah pada wajah MI yakni kulit berminyak, flek hitam dan kusam. Dokter kemudian memberikan solusi agar dilakukan tindakan medis berupa chemical peeling dengan penggunaan obat atau bahan kimia,” kata Winda lagi.

Dalam proses medis itu, lanjut Winda, dokter di klinik tersebut diduga memberikan dosis bahan kimia yang berlebihan ke wajah MI. Hal itu, sempat menuai tanya dari MI ke dokter yang melakukan tindakan medis, namun sang dokter hanya menjawab karena kukit belum memerah.

“Pengolesan obat atau bahan kimia dalam proses chemical peeling ke wajah MI itu sebanyak empat kali. MI sempat heran dan bertanya. Karena biasa yang dialaminya tidak demikian. MI sendiri bukan baru kali itu melakukan perawatan kecantikan di Erha. MI adalah member Erha klinik dari tahun 2016, sejak dari Bandung. Di Erha Palu, MI sudah lima kali datang melakukan perawatan,” jelas Winda.

Setelah mendapatkan tindakan itu, masih kata Winda pihak Erha Skin Palu tidak secara detail menjelaskan ke MI soal efek samping dari penggunaan obat atau bahan kimia yang terlajur diberikan berlebihan, selain hanya memberi saran agar untuk tidak berolah raga dan menjaga wajah dari sinar matahari secara lansung.

Kantor Erha Skin Palu yang beralamat di Jalan Moh. Hatta Palu. (Foto: Ist)

“Setelah dari situ MI sudah merasakan ketidaknyamanan di wajahnya.  Dihari berikutnya, flek hitam yang dikhawatirkan sepertinya masih lebih baik, ketimbang efek hasil dari tindakan medis, yang diduga syarat dengan tindak malapraktik. Karena di bagiah wajah MI muncul bercak merah seperti jerawat bahkan bernanah,” ujar Winda menceritakan dampak yang dialami kleinya.

Terhadap kondisi itu, MI harus kembali berkonsulatasi ke Erha. Namun MI hanya diberi resep yang berbayar tanpa ada tindakan lebih untuknya .

“Seakan tidak mau berranggung jawab lagi. Jelas siapa yang tidak kecewa dan mau menerima itu begitu saja. Kulit mulus, malah hanya sebaliknya menjadi rusak,” sebut Winda lagi.

Karena itulah kemudian MI melaporkan Erha Skin Palu ke Polda Sulteng, diawali dengan pengaduan biasa dengan harapan ada iktikad baik dari pihak Erha Skin Palu. Karena tidak ada, MI selanjutnya membuat laporan resmi dengan mempidanakan Erha Skin Palu.

“Terhadap laporan itu, kami berharap penyidik bersungguh sungguh memprosesnya, dan secepatnya meningkatkan proses penanganan kasus itu,” harap Winda.

Sementara itu pihak Erha Skin Palu, yang dihubungi via akun whatsapp, belum merespon baik permintaan koran ini, baik bertemu langsung untuk diwawancarai maupun dihubungi via telepon. Sebaliknya via whatsapp, pihak Erha hanya balik bertanya soal diperolehnya informasi mengenai kasus yang sedang merundung Erha Skin Palu tersebut.

“Selamat sore. Boleh tau bpk dapat info dari mana y?” tulis Reza pihak Erha Skin Palu membalas pesan Whatsapp.

Reporter: Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas