LAUNCHING - Walikota Palu, Hadianto Rasyid didampingi istrinya, saat melaunching buku Abdul Basit Arsyad, di Milad Yayasan Al Azhar Mandiri Palu ke-37 Tahun, Selasa, 9 November 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)
  • Milad ke-37 Yayasan Al Azhar Mandiri
  • Launching Buku “Kiat Sekolah Cetak Siswa Prestasi”

Palu, Metrosulawesi.id – Tepat di usia 37 tahun Yayasan Al Azhar Mandiri Palu, Abdul Basit Arsyad, selaku Ketua Yayasan di lembaga pendidikan swasta itu mempersembahkan sebuah buku biografi yang berjudul “Strategi dan Kiat Unik Sekolah Mencetak Siswa Berprestasi”.

Di acara perayaan milad 37 tahun Yayasan Al Azhar Mandiri Palu, ada sejumlah pagelaran yang diselenggarakan yakni Pekan Olahraga, Pemeran atau Bazzar, Launching Buku, Lomba Melukis, Peresmian Masjid Hj. Rahmah Latanga, yang dihadiri oleh Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid bersama istrinya Diah Puspita, Selasa, 9 November 2021.

“Hari ini juga (kemarin) tepat di hari ulang tahun saya yang ke-60 tahun, jadi saya ini adalah seorang PNS namun sekarang sudah pensiun. Tetapi semangat saya untuk membangun pendidikan tidak berhenti. Walaupun saya sudah pesiun, saya ingin tetap menyumbangkan sedikit pikiran saya untuk pendidikan. Meskipun saya tidak ada pengaruhnya, tetapi saya tetap berjuang dan berusaha mencerdaskan dan melayani anak-anak bangsa, sesuai dengan tema kita saat ini,” kata Abdul Basit.

Basit mengatakan, kurang lebih alumni Al Azhar Mandiri Palu sudah sebanyak 15 ribu orang, karena usianya sudah 37 tahun, cukup lama. Bahkan hubungan sekolahnya dengan para orang tua siswa yang merupakan alumni hingga saat ini masih tetap baik.

“Buktinya semua guru masih diundang untuk menghadiri acara pernikahan,” ungkapnya.

“Hal ini karena di SMA maupun SMP Al Azhar Mandiri Palu ada sistem hubungan batin antara kami dengan para murid, dan memang guru serta anak didik kami itu memang seperti teman saja, tetapi mereka tetap anggap orangtua,” ujarnya.

Kata Basit, semua ini bukan karena dirinya pribadi, tetapi semua kerja keras teman-teman guru yang ada di Al Azhar Mandiri Palu, serta para orang tua murid.

“Pada waktu itu ayah saya mengajak pergi ke Taipa, untuk bertemu ayah dari Bapak Hadianto Rasyid yang merupakan Kepala Desa di wilayah itu, saat ketemu mulai dirintislah sekolah SMP Al Azhar Mandiri Palu pada 1989, yang dibantu oleh ayahanda dari Bapak Hadianto Rasyid. Inilah awal mula pembangunan kita, dan hingga saat ini kita terus berjalan serta berbuat, semoga ada manfaatnya,” jelasnya.

Olehnya itu, Basit mengucapkan terimakasih kepada pemerintah daerah baik yang lama dan maupun yang baru sekarang ini.

“Saya yakin dan percaya Wali Kota Palu sekarang ini yakni Bapak Hadianto Rasyid sangat komitmen membangun dunia pendidikan,” ungkapnya.

“Saya sengaja suruh buat orang yang buat buku, yakni salah satu Dosen atau Akademisi Untad, Haliadi Sadi, S.S.,Ph.D, karena itu butuh penelitian,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid mengharapkan, Yayasan Al Azhar Mandiri, baik itu SMA maupun SMP-nya patut menjadi contoh bagi sekolah-sekolah di Palu. Sebab sekolah ini telah melahirkan berbagai prestasi, baik di kanca nasional maupun internasional.

“Olehnya itu sudah sepatutnya Om Basit yang merupakan Ketua Yayasan Al Azhar Mandiri Palu dibuatkan biografi buku. Karena walaupun beliau sudah pensiun tetapi dapat mewakafkan dirinya untuk bisa berkontribusi terhadap pengembangan dan kemajuan pendidikan di Sulteng maupun Kota Palu,” ujarnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas