BATU PERTAMA - Bupati Banggai Laut Sofyan Kaepa bersama Wabup melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan BTS di desa Kokini, Selasa (9/11/2021). (Foto: Metrosulawesi/ Purnomo Lamala)

Balut, Metrosulawesi.id – Pembangunan Tower Base Transceiver Station (BTS) menjadi salah satu hal penting untuk menunjang percepatan transformasi pembangunan digital di Kabupaten Banggai Laut(Balut).

Menyadari akan penting transformasi digital di era revolusi industri 4.0. Pemkab Balut perlahan melengkapi fasilitas publik dibidang digital komunikasi. Tak tanggung-tanggung Pemkab dibawah arahan Bupati Sofyan langsung membangun tower BTS di 34 titik di daerah blank spot internet.

Bupati Sofyan mengatakan, dengan dibangunnya tower BTS di seluruh Kecamatan akan mempermudah komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat. selain itu juga akan berdampak pada perkembangan ekonomi masyarakat.

“Masyarakat sudah langsung menelpon ke banggai  jika ada ingin menjual hasil laut dan hasil tani,” kata Bupati Sofyan kepada sejumlah awak media seusai melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan BTS di desa Kokini Kecamatan Banggai, Selasa (9/11).

“Meletakan batu pertama pembangunan tower induk untuk melayani 34 tower BTS, kalau sudah terbangun, kita tidak lagi ada blank spot khususnya daerah pulau terluar. BTS internet ini kita sudah bisa melihat dunia,” imbuhnya

Dengan adanya pembangunan tower BTS ini, kata Bupati, Perkembangan ekonomi kemasyarakatan tentu akan meningkat, Misalnya jika ada nelayan ingin mengetahui harga jual ikan tinggal melakukan update informasi di internet, sehingga harga jual ikan akan stabil.

“Semua sarana pelan-pelan kita perbaiki,” tuturnya.

Perlu diketahui BTS (Base Transceiver Station), atau disebut juga stasiun pemancar adalah sebuah infrastruktur telekomunikasi yang memfasilitasi komunikasi nirkabel antara peranti komunikasi dan jaringan operator.  Tugas utama BTS adalah mengirimkan dan menerima sinyal radio ke perangkat komunikasi seperti telepon rumah, telepon seluler dan sejenis gadget lainnya.

Reporter: Purnomo Lamala
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas