RUSAK - Salah satu alat pompa air milik PDAM yang rusak menyebabkan penyaluran air ke masyarakat Kelurahan Gunung Bale terganggu. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)
  • Pelanggan Harus Tetap Bayar Iuran

Donggala, Metrosulawesi.id – Pelayanan PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) dikeluhkan masyarakat Kelurahan Gunung Bale Kecamatan Banawa. Pasalnya sudah memasuki bulan kedua penyaluran air bersih belum juga terselesaikan.

“Sudah masuk tiga bulan ini pak air PDAM macet, untuk kebutuhan sehari-hari kami membeli jasa pengantaran air Rp50.000 satu tandon,”kata, seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Gunung Bale, Senin 8 November 2021.

Dikatannya lagi sejak terganggunya penyaluran air bersih, ia sudah mendatangi kantor PDAM mempertanyakannya, tetapi hingga saat ini belum menerima kepastian kapan penyaluran kembali normal.

“Sudah kami lapor ke PDAM, cuma dibilang minggu-minggu ini sudah bagus kembali, tapi tidak ada juga, kami hanya beli air Rp 50.000/tandon tiga hari kemudian sudah habis lagi,”sebutnya.

Terpisah operator PDAM Sukri mengakui pelayanan air bersih mengalami gangguan.

“Iya benar sudah mau memasuki bulan ketiga layanan PDAM terganggu, sejak tanggal 12 September sampai sekarang, penyebabnya pompa air yang menyuplai untuk warga kelurahan Gunung Bale terbakar,” kata Sukri ditemui di kantor pembantu PDAM di Kelurahan Tanjung Batu Kecamatan Banawa.

Dijelaskannya lagi untuk pompa air yang terbakar itu sudah terpasang, tetapi belum bisa difungsikan karena masih menunggu kedatangan teknisi.

“Sudah terpasang pompa yang terbakar, cuma belum bisa jalan airnya, masih menunggu teknisi dari Surabaya belum datang ini, karena pengoprasian hanya mereka yang tau,” bebernya sembari  menunjuk alat tersebut.

“Harga alatnya ini pak 160 juta semua, tinggal dipasang saja, menunggu teknisi, jadi bersabar sedikit,” sebutnya.

Ditanya apakah ada kebijakan PDAM dipersoalan pembayaran bulanan, Sukri menjawab selama tidak beroperasinya layanan air, pelanggan PDAM tetap membayar iuran bulanan.

“Walaupun air tidak jalan, pelanggan PDAM tetap membayar iuran bulan, tapi hanya beban saja dibayar nominalnya hanya Rp 8.500 saja, kalau pemakaian tidak ada, karena besaran iuran bulanan pemakaian air berbeda-beda setiap rumah tangga,” tuturnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas