IKUT VAKSINASI - Tampak mahasiswa Untad saat mengikuti vaksinasi Covid-19 di Polda Sulteng Jalan Soekarno Hatta Palu, pada Senin, 14 Juni 2021. (Foto: Humas Untad)
  • Cara Pemkot Kota Palu Genjot Target Vaksinasi Covid

Hampir setahun pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Provinsi Sulawesi Tengah sejak dimulai pada awal Januari 2021. Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulteng mencatat capaian vaksinasi Covid-19 dosis satu masih 42,4 persen dari target sasaran per 6 November 2021. Sementara untuk dosis kedua baru 23,9 persen.

Laporan: Michael Simanjuntak

KEPALA Dinkes Provinsi Sulteng, Komang Adi Sujendra, merincikan capaian tertinggi vaksinasi Covid-19 dosis pertama di kabupaten kota yaitu Morowali 75,9 persen, disusul Kota Palu 65 persen, dan Buol 56,2 persen.

Selanjutnya Morowali Utara 53,6 persen, Donggala 47 persen, Banggai Laut 42,3 persen, dan Poso 39,5 persen. Kemudian Banggai 34,3 persen, Tolitoli 33 persen, Banggai Kepulauan 31,3 persen, Parigi Moutong 30,2 persen, Sigi 29,7 persen, dan Tojo Unauna 27,9 persen.

Untuk capain tertinggi vaksinasi dosis kedua juga berada di Kabupaten Morowali dengan angka 56,3 persen, Kota Palu 44 persen, dan Morowali Utara 40,3 persen. Berikutnya Buol 31,2 persen, Poso 25,7 persen, Donggala 20,8 persen, dan Tolitoli 17,8 persen.

“Selanjutnya Kabupaten Banggai 17,6 persen, Banggai Laut 17,5 persen, Parigi Moutong 13,7 persen, Banggai Kepulauan 12,5 persen, Sigi 12,1 persen, dan Kabupaten Tojo Unauna 12 persen,” terangnya, Senin 8 November 2021.

Diketahui, total target vaksinasi untuk Provinsi Sulawesi Tengah sebanyak 2.135.907 jiwa. Rinciannya SDM kesehatan 24.598 jiwa, petugas publik 225.263 jiwa, lansia 196.628 jiwa, masyarakat umum 1.374.811 jiwa, dan usia 12-17 tahun 314.609 jiwa.

Vaksinasi terus digencarkan dengan menyasar berbagai pihak, salah satunya guru sebagai tenaga pendidik. Ketua Surveilans Covid-19 Kota Palu, dr Rochmat Jasin, mengungkapkan untuk vaksinasi guru-guru di Palu, telah mencapai 98 persen. Sisanya sekitar 2 persen memang tidak bisa divaksin karena ada riwayat penyakit.

“Salah satu langkah strategis Pemerintah Kota Palu dalam meningkatkan angka vaksinasi adalah di Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT). Bagi siswa yang belum divaksin sesuai arahan Bapak Wali Kota Palu belum dibolehkan untuk mengikuti PTM. Jadi hal ini untuk memacu agar capaian vaksinasi pelajar (remaja) dapat terpenuhi, sekaligus juga untuk memberikan perlindungan kepada peserta didik,” kata Rochmat.

Kata Rochmat, vaksinasi ini tujuanya untuk memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat, khususnya di lingkungan sekolah baik itu siswa maupun guru.

Salah satu tantangan untuk mengenjot capaian vaksinasi terkadang akibat menipisnya stok vaksin.

Baru-baru ini, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulteng, dr Jumriani Yunus, mengatakan stok vaksin untuk dosis satu kembali menipis di Sulawesi Tengah.

“Menipis lagi, yang ada sekarang tinggal vaksin AstraZeneca dan Moderna,” ujarnya, Selasa 2 November 2021.

Jumriani mengungkapkan vaksin merek Sinovac tidak tersedia lagi untuk penyuntikan dosis satu. Stok yang tersisa vaksin asal China tersebut hanya diperuntukkan bagi penerima dosis ke dua.

“Nanti ke depan hanya pakai AstraZeneca dan Pfizer,” ungkap mantan Plt Kepala Dinkes Provinsi Sulteng itu. (**)

Ayo tulis komentar cerdas