BERI PENJELASAN - Direktur PT Vale Indonesia Tbk, Dani Widjaja menjelaskan ke Executive Project IMP Asia Africa, Frederico Coutinho Leal terkait progress proyek PT Vale Indonesia Tbk di Bahodopi dan Pomalaa (Sulawesi Tenggara). (Foto: Dok. PT Vale)

Palu, Metrosulawesi.id – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) berencana mewujudkan komitmen investasi sesuai amandemen Kontrak Karya, untuk merealisasikan proyek pembangunan pabrik pengolahan nikel di Sulawesi Tengah.

PT Vale bersama dua mitra kerja, yakni Taiyuan Iron & Steel (Grup) Co., Ltd (Tisco) dan Shandong Xinhai Technology Co., Ltd (Xinhai) telah menandatangani dokumen perjanjian kerangka kerja sama proyek (PCFA) untuk fasilitas pengolahan nikel di Sulawesi Tengah pada 24 Juni 2021.

Berkaitan dengan hal tersebut di atas, secara khusus, Executive Project IMP Asia Africa, Frederico Coutinho Leal, Director Engineering IGP, Luiz Carlos de Oliveira, Director Mine Exploration, Kessel Godinho de Sa bersama Direktur PT Vale, Dani Widjaja beserta tim  melakukan kunjungan ke Sulawesi Tengah pada 2-3 November 2021.

Dalam kunjungannya tersebut, Frederico Coutinho Leal, Luiz Carlos de Oliveira, Dani Widjaja beserta tim melakukan kunjungan ke area rencana pelabuhan di Desa Bahomotefe, Kecamatan Bungku Timur, mengunjungi rencana pembangunan pabrik pengolahan di Sambalagi, Kecamatan Bungku Pesisir, overview rencana tambang dan infrastrukturnya di Blok Bahodopi, kunjungan ke area rencana test mining di Blok 3 Bahadopi.

Direktur PT Vale Indonesia Tbk, Dani Widjaja mengatakan,untuk Bahodopi sedang dilakukan negosiasi komersial dengan para partner. Hal ini, kata dia termasuk perjanjian-perjanjian mengenai kewajiban pemegang saham, termasuk ore supply agreement, katanya dalam rilis yang diterima Senin 8 November 2021.

Adapun fasilitas pengolahan nikel di Sulawesi Tengah akan terdiri dari delapan lini Rotary Kiln-Electric Furnace (RKEF) dengan perkiraan produksi sebesar 73.000 metrik ton nikel per tahun beserta fasilitas pendukungnya.

Proyek Bahodopi meliputi Kontrak Karya PT Vale seluas 16,395 hektar di Blok 2 dan Blok 3 Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Proyek Bahodopi ini terdiri dari dua bagian utama, yaitu proyek penambangan yang dilakukan oleh PT Vale dan pembangunan pabrik pengolahan atau smelter yang akan dilakukan oleh perusahan patungan yang dibentuk oleh PT Vale, Tisco dan Xinhai.

Saat ini, studi tahap akhir sedang dijalankan untuk memastikan kegiatan penambangan dapat dilakukan dengan aman, layak secara ekonomis dan memastikan ketersediaan pasokan material bijih nikel ke pabrik pengolahan.

Tahapan studi lanjutan juga sedang dijalankan oleh partner dan PT ValeĀ  untuk pembangunan pabrik pengolahan nikel beserta fasilitas pendukungnya di Sambalagi, Kabupaten Morowali. Material bijih dari area penambangan di Bahodopi Blok 2 dan 3 akan diangkut menggunakan transportasi laut ke lokasi pabrik di Sambalagi. Proses pengurusan ijin lingkungan dan ijin-ijin lainnya saat ini sedang dilakukan.

Reporter: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas