dr. Rochmat Jasin. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Ketua Surveilans Covid-19 Kota Palu, dr. Rochmat Jasin mengungkapkan, angka vaksinasi untuk guru-guru di Palu, telah mencapai 98 persen, sisanya sekitar 2 persen memang tidak bisa divaksin karena ada riwayat penyakit.

“Salah satu langkah strategis Pemerintah Kota Palu dalam meningkatkan angka vaksinasi adalah di Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT). Bagi siswa yang belum divaksin sesuai arahan Bapak Wali Kota Palu belum dibolehkan untuk mengikuti PTM. Jadi hal ini untuk memacu agar capaian vaksinasi pelajar (remaja) dapat terpenuhi, sekaligus juga untuk memberikan perlindungan kepada peserta didik,” kata Rochmat, saat dihubungi Metro Sulawesi melalui ponselnya, belum lama ini.

Kata Rochmat, vaksinasi ini tujuanya untuk memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat, khususnya di lingkungan sekolah baik itu siswa maupun guru.

“Langkah strategis selanjutnya yang kami tempuh adalah memberikan penguatan kepada kantor-kantor atau perusahaan, agar mendorong semua karyawannya divaksin. Misalnya perusahaan tinggal berikan penekanan, jika memang tidak mau divaksin, maka tidak boleh diizinkan untuk bekerja, pasti jika tidak ada yang bekerja nanti akan berpengaruh pada produktivitas perusahaan tersebut,” ujarnya.

Rochmat mengatakan, selama ini para petugas vaksinasi tidak mengalami kendala apapun, semua siap melayani masyarakat. Hanya saja yang menjadi kendala itu ketika di lapangan, semua petugas vaksinator telah siap mendatangi tempat yang disediakan dalam melaksanakan vaksinasi, namun awalnya peserta disebutkan banyak yang mau divaksin, ketika di lapangan hanya sekitar 20 orang yang datang.

“Jadi persoalannya bahwa beberapa masyarakat masih ada yang menganggap vaksinasi itu justru memberikan dampak negatif kepada dirinya. Padahal vaksinasi itu memberikan keamanan kepada dirinya agar imunnya baik, dan tidak mudah terjangkit virus,” ungkapnya.

Kata Rochmat, secara logistik, dosis vaksin di Dinas Kesehatan Kota Palu cukup banyak, begitupun tim atau petugas yang melakukan vaksin siap dan banyak.

“Jadi tidak ada kendala dari kami, hanya saja yang mau divaksin ini kurang, tidak sesuai data yang diberikan, awalnya banyak, ketika dimulai hanya sedikit yang datang untuk divaksin,” katanya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas