H Rusdy Matura. (Foto: Admin Pimpinan)

Palu, Metrosulawesi.id – Gubernur Sulawesi Tengah, H Rusdy Matura kembali mengingatkan para bupati dan wali kota untuk terus meningkatkan vaksinasi di wilayah masing-masing. Gubernur juga meminta agar pemimpin di daerah itu terus mengimbau masyarakatnya untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan (prokes).

Hal itu disampaikan Gubernur Rusdy saat melakukan live teleconference dengan para bupati dan wali kota, camat serta kepala-kepala desa se Sulawesi Tengah di acara launching Smart Village di Desa Pakuli, Kabupaten Sigi, Kamis, 4 November 2021.

Pada kesempatan itu Gubernur Rusdy sempat menanyakan langsung kepada kepala-kepala desa dan Camat terkait persentase penyebaran vaksin kepada masyarakat, termasuk perkembangan kasus Covid-19.

Gubernur menyampaikan hal tersebut mencermati adanya peningkatan penularan kasus Covid di provinsi lain. Gubernur berharap tidak terjadi lagi peningkatan kasus penularan Covid di Sulawesi Tengah. 

Gubernur Rusdy meminta dukungan seluruh masyarakat agar dalam melaksanakan aktivitas terus patuh terhadap prokes, selalu pakai masker, dan rajin mencuci tangan dan terus menjaga jarak.

“Saya mengajak masyarakat semuanya agar segera ikut divaksin. Target kita akhir tahun 2021 sudah dapat mencapai 70 persen masyarakat Sulawesi Tengah sudah divaksin,” kata gubernur.

“Mari kita terus terus menjaga kesehatan diri sendiri, menjaga keluarga dan menjaga kesehatan sesama. Bersama kita melawan Covid,” pungkasnya.

Masih terkait dengan vaksinasi Covid, Ketua Tim Penggerak PKK Sulawesi Tengah, Hj Vera Rompas Mastura meminta seluruh anggota PKK di kabupaten maupun di kota ikut membantu meningkatkan sebaran vaksin Covid di Sulteng.

“Berdasarkan data bahwa sebaran vaksin Sulawesi Tengah untuk dosis I masih mencapai 39,5 persen, dan untuk dosis II masih mencapai 22,2 persen. Karena itu saya mengharapkan dorongan dari seluruh anggota PKK agar cakupan penyebaran vaksin di Sulawesi Tengah dapat lebih tinggi,” katanya.

Selain menggenjot penyebaran vaksin Covid, Pemprov Sulteng juga memprioritaskan vaksinasi terhadap anak usia 12-17 tahun. Ini dilakukan sebagai upaya untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.

“Vaksinasi terhadap anak ini menggunakan vaksin merek Sinovac dan Pfizer sesuai edaran resmi Kementerian Kesehatan RI,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulteng, dr Jumriani Yunus.

Reporter: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas