Seorang nelayan di Kelurahan Pantoloan Boya, Kota Palu sedang membersihkan alat tangkapnya usai melaut. (Foto: Metrosulawesi/ Pataruddin)

Palu, Metrosulawesi.id – Selama bulan Oktober 2021, subsektor perikanan mengalami penurunan perubahan indeks

nilai tukar sebesar 2,17 persen atau berubah dari 104,25 pada September 2021 turun menjadi 101,98 pada Oktober 2021.

Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Sulteng, Sutrisno Abusungut menjelaskan kondisi ini disebabkan oleh turunnya indeks harga yang diterima petani (It) sebesar 2,24 persen lebih besar dari penurunan indeks harga yang dibayar petani (Ib) sebesar 0,07 persen.

“Pada kelompok perikanan tangkap juga terjadi penurunan nilai tukar nelayan sebesar 2,36 persen yakni dari 104,61 pada September 2021 turun menjadi 102,14 pada Oktober 2021,” jelasnya.

Sementara untuk penurunan nilai tukar pada subkelompok perikanan tangkap disebabkan oleh turunnya indeks harga yang diterima petani (It) pada kelompok penangkapan ikan di laut sebesar 2,47 persen.

Sedangkan, ia mengatakan bahwa kelompok perikanan budidaya (NTPi) mengalami kenaikan indeks nilai tukar sebesar 0,20 persen yakni dari 100,00 pada September 2021 menjadi 100,20 pada Oktober 2021.

“Hal tersebut disebabkan oleh turunnya (It) budidaya tawar sebesar 0,36 persen dan budidaya air laut sebesar 0,02 persen,” katanya.

Begitu pula dengan Indeks harga yang dibayar petani (ib) juga mengalami penurunan perubahan indeks sebesar 0,05 persen. Di mana penurunan (Ib) dipengaruhi oleh turunnya indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,09 persen.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas