Mohamad Irwan. (Foto: Metrosulawesi/ Ariston Aporema Sorisi)

Sigi, Metrosulawesi.id – Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Sigi yang belum disuntik vaksin Covid-19 tanpa alasan akan ditindak. Pembayaran tambahan penghasilan pegawai (TPP) mereka akan ditunda.

“Kebijakan saya khususnya bagi ASN yang tidak mau divaksin tentunya kami akan lakukan tindakan. Bukan tindakan administrasi, tetapi menunda pembayaran tambahan penghasilan mereka, baik pejabat hingga honorer,” kata Bupati Sigi, Mohmad Irwan kepada media ini, Rabu, 3 November 2021.

Menurutnya, hal ini adalah upaya-upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi untuk mengendalikan dan menekan kasus Covid-19 serta mengejar target vaksinasi 70 persen pada akhir tahun ini.

Selain itu, dalam upaya percepatan vaksinasi di Kabupaten Sigi, Bupati Irwan juga mengatakan, ke depan vaksinasi akan menjadi persyaratan. Pemerintah akan memberikan pelayanan kepada masyarakat yang sudah divaksin.

“Ke depan kita akan masuk ke ruang yang lebih besar, bagi masyarakat yang tidak mau divaksin kemungkinan vaksin menjadi persyaratan dalam segala hal yang berhubungan dengan pemerintah. Tapi ini bertahap. Bukan berarti melanggar HAM kalau itu sudah menjadi kewajiban,” ujarnya.

Ia mengatakan, Pemkab Sigi juga gencar sosialisasikan Covid-19 kepada masyarakat, bahwa vaksin tidak berbahaya dan halal untuk digunakan.

“Upaya kita sekarang sudah melaksanakan sosialisasi melalui lembaga-lembaga agama, organisasi kemasyarakatan, guru termasuk partai politik,” sebutnya.

Hal ini kata bupati akan terus digenjot sehingga jumlah vaksin di akhir tahun bisa mencapai 70 persen dalam mencapai herd immunity.

Sebelumnya, Kadis Kesehatan Sigi, dr Sofyan Mailili mengungkapkan, untuk mencapai target 70 persen diakhir tahun 2021, maka sebanyak 1.900 jiwa masyarakat Sigi disuntik vaksin per harinya.

“Olehnya kami mengambil langkah-langkah untuk melakukan percepatan,” imbuhnya.

Kadis kesehatan yang baru dilantik itu juga mengatakan, dalam percepatan vaksinasi di Kabupaten Sigi, sejumlah gerai dibuka, bahkan di Kantor Dinkes sendri membuka gerai dengan sasaran OPD di kawasan perkantoran Desa Bora.

“Kita juga target OPD karena itu lambat. Sudah ada penekanan dari pak bupati, sebagai pelayan masyarakat harus melindungi diri dan menjadi contoh,” tuturnya.

Reporter: Ariston Aporema Sorisi – Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas