PROTES SPBU - Puluhan sopir truk yang melakukan protes di SPBU di Kelurahan Tanjung Batu, Kecamatan Banawa karena tak mendapatkan solar, Kamis sore 4 November 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)
  • Puluhan Sopir Truk di Banawa Protes SPBU

Donggala, Metrosulawesi.id – Puluhan sopir truk melakukan aksi protes di SPBU kelurahan Tanjung Batu Kecamatan Banawa, Donggala, Kamis sore 4 November 2021. Mereka yang sudah melakukan antri berjam-jam tidak mendapatkan solar, karena tiba-tiba solar dinyatakan habis.

“Kami heran baru 50 unit mobil truk lakukan pengisian sudah dibilang habis solar, baru alasan berikutnya jaringan rusak. Padahal jatah solar delapan ton satu hari,” kata Rudi, salah satu sopir truk.

“Kami dijatah Rp250, kalau dileter menjadi 49 liter, pertanyaannya 50 mobil truk baru diisi, kalau dikalikan 49 liter mana sampai delapan ton? Masa dibilang habis solar,” protesnya kepada petugas SPBU.

Pemilik SPBU, Aseng membenarkan jatah solar sehari delapan ton, tetapi untuk jatah mobil truk memang dibatasi dikarenakan aturan dari Pertamina. Selain itu katanya penyebab padatnya pembeli disebabkan SPBU di Kelurahan Ganti belum bisa melayani sehingga terjadi penumpukan mobil di SPBU miliknya.

“Silakan tanyakan ke Pertamina saja pak, memang sopir truk dijatah hanya 49 liter saja sesuai keputusan Pertamina. Tidak benar itu delapan ton sehari langsung habis. Tadi itu pengaruh jaringan saja pak, sehingga terjadi penumpukan. Belum lagi SPBU di Ganti masih belum melayani, akibatnya mobil menumpuk disini,” pungkasnya.

Pantauan koran ini, usai meminta keterangan dari pemilik SPBU Aseng, puluhan truk yang antri mulai dilayani oleh pihak SPBU.

Persoalan distribusi solar ini sempat menjadi bahan tuntutan seratusan buruh dari Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia melakukan unjukrasa damai di Palu, Senin 1 November 2021 lalu.

Ketua Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia Sulteng, Abd. Wahyudin, menyampaikan tuntutannya agar pemerintah melakukan penertiban sistem pendistribusian BBM terutama jenis solar.

Dia juga meminta agar menindak mobil siluman dan oknum yang terlibat dalam penimbunan solar, serta menuntut kejelasan terkait dengan penjatahan solar sebesar Rp250 ribu untuk setiap mobil kapasitas besar.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas