Dr Dipo Aldila SSi MSi. (Foto: Dok. FMIPA UI)
  • Jebolan SMA 1 Palu dan MIPA Untad

Palu, Metrosulawesi.id – Standford University baru saja memperbarui data Top 2 persen World Ranking Scientist yang memeringkat 2 persen ilmuwan paling berpengaruh di dunia. Dalam daftar tahun 2021 yang diperbarui pada 20 Oktober 2021 lalu, terdapat 58 ilmuwan yang berasal atau berafiliasi dengan Indonesia.

Ke-58 ilmuwan tersebut berasal dari sejumlah universitas atau perguruan tinggi dan lembaga riset yang ada di Indonesia. Salah satunya adalah Dr Dipo Aldila SSi MSi, alumni SMA 1 Palu 2005 dan Fakultas MIPA Universitas Tadulako. Saat ini Dipo berstatus dosen tetap Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia dengan jabatan Lektor.

Wakasek Bidang Kesiswaan SMA Negeri 1 (Smansa) Palu, Budiono membenarkan, Dipo Aldila adalah salah seorang alumni Smansa Palu.

“Dari 58 ilmuan Indonesia yang masuk, terselip nama alumni kami dari Smansa. Hal ini tentunya sangat membanggakan bagi kami dan seluruh keluarga besar Smansa Palu,” kata Budiono kepada Metrosulawesi, di ruang kerjanya, Kamis, 4 November 2021.

Nama Dipo masuk dalam daftar 58 ilmuwan top dunia berkat produktivitasnya melakukan penelitian dan mempublikasikan jurnal ilmiah seputar pemanfaatan ilmu matematika terapan dalam memahami kompleksitas penyebaran penyakit. Banyak publikasinya yang sudah dikutip peneliti lain di seluruh dunia.

Dari data google scholar, publikasi berjudul “A Mathematical Study on The Spread of Covid-19 Considering Social Distancing and Rapid Assesment: The Case of Jakarta, Indonesia” yang terbit tahun 2020, sudah dikutip 58 kali.

Sementara judul lain “An optimal control problem arising from a dengue disease transmission model” yang terbit tahun 2013, adalah publikasi paling banyak dikutip sejauh ini di angka 87.

Di usia yang masih belia, Ia berhasil mencapai h-index 12, total karya ilmiah sebanyak 91 judul meliputi 31 artikel dan 60 conference paper.

Dengan keseluruhan jumlah sitasi sebanyak 460 sitasi sejak tahun 2012.

Peneliti kelahiran tahun 1988 ini menyelesaikan pendidikan dasar hingga sarjana di Kota Palu.

Ketertarikannya yang tinggi pada matematika, memantapkan jiwanya memilih jurusan matematika pada Fakultas MIPA Universitas Tadulako dan lulus tahun 2009.

Tahun 2011, Dipo menyelesaikan studi magister di Institut Teknologi Bandung hingga menamatkan program doktoral di almamater yang sama tahun 2014.

Budiono mengatakan, Dipo ini merupakan siswa yang duduk di kelas unggulan satu Smasa 1 Palu pada tahun 2005 lalu.

“Dulu kelas unggulan satu ini memang didesain untuk siswa yang dikategorikan cerdas pada waktu itu. Selain itu juga Dipo ini memiliki prestasi dari bidang akademik, yang lalu masih bernama Olimpiade Sains, namun sekarang sudah bernamakan Olimpiade Sains Nasional (OSN),” jelas Budiono.

Kata Budiono, memang Dr. Dipo ini berprestasi karena berasal dari kelas unggulan pada saat itu, dan memang anak tersebut cerdas kelihatan dari aktifnya mengikuti event Olimpiade Sains.

“Tentunya atas nama sekolah kami merasa bangga dan mengapresiasi, karena ternyata alumni Smansa mampu bersaing dalam bidang akademik di kanca Internasional. Bahkan putra dari Palu bukan jadi dosen di daerahnya tetapi justru menjadi dosen di perguruan tinggi ternama yakni di Universitas Indonesia,” katanya.

Sehingga, kata Budiono, prestasi ini sangat membanggakan bagi Smansa, olehnya itu semoga hal ini menjadi contoh bagi adik-adik kelasnya dan alumni Smansa, karena prestasi itu tidak boleh berhentik baik di bidang akademik maupun non akademik.

“Jadi walaupun di kondisi pandemi saat ini, bukan berarti menyurutkan kita untuk mengurangi motivasi kita untuk belajar, tetapi dapat menjadi contoh untuk tetap memacu ade kelasnya agar tetap belajar giat, karena belajar ilmu itu tanpa batas usia,” ujarnya.

Budiono mengakui, beberapa alumni dari Smansa sudah banyak sudah bertahan diluar, bahkan sudah menjadi dosen di daerah lain, sudah tidak kembalu ke Palu. Bahkan alumni yang tamat di Presiden University biasanya sudah tidak kembali ke Palu, tetapi sudah diambil oleh perusahaan diluar negeri tersebut.

“Memang jejak rekam alumni Smansa hingga saat ini masih yang terbaik, dan banyak menguasai alumni berprestasi serta terjun di dunia usaha. Kalau di Sulteng juga di bidang pemerintahan dan birokrasi banyak juga,” ungkapnya.

Dipo: Saya Ingin Bermanfaat bagi Orang Lain

NAMA Dipo Aldila, tengah menjadi buah bibir karena dicatatkan masuk dalam daftar ilmuan top dunia oleh Standford University. Ini berdasarkan data top 2 persen World Ranking Scientist yang memeringkat 2 persen ilmuwan paling berpengaruh di dunia tahun 2021.

Dipo sapaan akrabnya adalah anak Palu yang lahir dari orangtua sebagai pendidik. Ayahnya merupakan dosen di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako (Untad). Sementara ibunya, guru di salah satu sekolah di Kota Palu.

Nama Dr Dipo Aldila S.Si M.Si, masuk dalam daftar ilmuwan top dunia berkat produktivitasnya melakukan penelitian dan mempublikasikan jurnal ilmiah seputar pemanfaatan ilmu matematika terapan dalam memahami kompleksitas penyebaran penyakit. Banyak publikasinya yang sudah dikutip peneliti lain di seluruh dunia.

Pria kelahiran tahun 1988 itu mengaku tidak menyangka bisa dinobatkan menjadi salah satu ilmuan top dunia. Sebab menurutnya apa yang dilakukan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai dosen tetap Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (UI).

“Ini murni karena tugas sebagai dosen, mengajar, meneliti, dan mengabdi kepada masyarakat. Sama sekali tidak ada target bakal dapat penghargaan, benar-benar hanya karena ya kita bekerja. Tapi memang kita bekerja berharap apa yang kita kerjakan bisa dimanfaatkan orang lain,” ucap Dipo kepada Metrosulawesi, Kamis 4 November 2021.

Dari data google scholar, publikasi penelitian Dipo berjudul “A Mathematical Study on The Spread of Covid-19 Considering Social Distancing and Rapid Assesment: The Case of Jakarta, Indonesia” yang terbit tahun 2020, sudah dikutip 58 kali.

“Penelitian ini mencoba menganalisa pengaruh kebijakan PSBB di Kota Jakarta, saat awal covid menyerang Indonesia, khususnya di Jakarta. Hasil penelitian kami menyimpulkan bahwa ada threshold spesifik yang perlu dipertimbangkan ketika PSBB akan dilonggarkan dengan tradeoff penggalakan rapid test,” jelas Dipo menerangkan hasil penelitiannya itu.

Dipo memiliki sedikitnya karya ilmiah sebanyak 91 judul meliputi 31 artikel dan 60 conference paper. Dengan keseluruhan jumlah sitasi sebanyak 460 sejak sembilan tahun lalu. Ia menyelesaikan pendidikan dasar hingga sarjana di Kota Palu.

Namanya tercatat sebagai alumni Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Untad yang lulus tahun 2009 silam. Tahun 2011, Dipo menyelesaikan studi magister di Institut Teknologi Bandung (ITB) hingga menamatkan program doktoral di almamater yang sama tahun 2014. Dengan pencapaian saat ini, Dipo mengaku semakin termotivasi untuk lebih bermanfaat bagi orang lain.

“Sekarang makin termotivasi untuk melakukan sesuatu yang bisa dimanfaatkan orang lain,” tandasnya.

Dekan FMIPA Untad, Prof Darmawati Darwis S.Si M.Si Ph.D, merasa bangga atas prestasi Dipo. Prestasi tersebut dikatakan akan berimplikasi positif bagi akreditas fakultas dan universitas.

“Kami sebagai pimpinan fakultas sangat bangga dengan prestasi beliau (Dipo),” ujar Darmawati.

Hal senada juga disampaikan, Dr I Wayan Sudarsana S.Si M.Si, salah satu dosen Dipo semasa menempuh perkuliahan di program studi Matematika FMIPA Untad. Ia mengharapkan akan banyak Dipo lainnya untuk semakin mengharumkan nama Universitas Tadulako, khususnya Fakultas MIPA.

Sudarsana menuturkan memiliki kesan pribadi kepada Dipo karena sempat sama-sama melanjutkan pendidikan di ITB. Dipo yang ia kenal memang telah memiliki berbagai prestasi sejak sekolah, salah satunya kala berstatus siswa SMA 1 Palu. Demikian pula saat kuliah di FMIPA Untad dengan lulus sebagai salah satu wisudawan terbaik dengan hasil maksimal.

“Sebagai dosennya, saya sangat bangga atas capaian itu. Semoga kedepan semakin maju dan bisa segera menjadi professor muda,” tutur Sudarsana.

Reporter: Moh. Fadel – Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas