PEMBANGUNAN - Gedung SDN Inpres 2 Talise sedang dibangun di gunung jalan Soekarno Hatta, Talise, dekat SMKN 8 Palu, belum lama ini. (Foto: Istimewa)
  • Rehabilitasi Gedung SD Negeri Inpres 2 Talise
  • Akses Jalan Memang Perlu Diperhatikan

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Yabidi mengungkapkan, pembangunan gedung SD Negeri Inpres 2 Talise yang dibangun oleh pihak PUPR, jika dilihat secara kasat mata progres pembangunanya hingga saat ini masih berlangsung.

“Di atas gunung lewat dari bundaran STQ atau berdekatan dengan SMKN 8 Palu itu, ada dibangun tiga sekolah dasar yakni SDN 1 dan SDN 2 Talise serta SDN Inpres 2 Talise. Kalau sejauh hasil pembangunannya saya lihat ada yang sementara atap, ada juga sudah selesai diatap, tinggal menyelesaikan pekerjaan lainnya. Namun untuk presentase pembangunan saya kurang tahu, karena yang lebih mengetahui dari pihak PUPR,” jelas Yabidi, melalui ponselnya, Rabu, 3 November 2021.

Menurut Yabidi, akses jalan menuju sekolah saat ini sebagian masih tanah berdebu bila cuaca panas atau kering, tetapi kalo hujan bisa jadi sebaliknya. Maka dari itu harus ada perbaikan akses jalan menuju sekolah dimaksud.

“Begitupun dengan keamanan peserta didik, karena bangunan berdekatan dengan tebing yang cukup dalam, olehnya perlu pagar pembatas pengamanan dan penghijauan lokasi sekolah segera dilakukan. Kemudian perlu dibuat namanya antar jemput anak sekolah menggunakan bus, sebab rata-rata anak-anak sekolah itu berdomisili berdekatan dengan sekolah yang ada sekarang di Talise,” ungkapnya.

Yabidi mengakui, memang ada beberapa pertanyaan dari pihak SDN Inpres 2 Talise, kenapa sekolah mereka dipindahkan, sementara SMKN 7 Palu yang tidak jauh dari sekolah mereka tetap dibangun kembali.

“SMKN 7 Palu ini kewenangan dari provinsi, kami dari Kota Palu tidak bisa mengintervensinya. Namun menurut dari pihak yang berkompeten bahwa di wilayah Talise ini katanya masuk zona merah, sehingga tidak boleh ada satupun pembangunan di wilayah tersebut,” ujarnya.

Kata Yabidi, sebenarnya lokasi SDN Inpres 2 Talise yang dibangun sekarang itu agak di bawah dari lokasi yang dibangun saat ini.

“Kalau dulu kami tinjau pas di dekat jalan aspal itu, tetapi tiba-tiba saya lihat sudah terbangun sekolah di atas, saya juga kaget. Saya juga tidak tahu ada pertimbangan seperti apa dibangun diatas, namun yang lebih paham teknis pembangunannya dari PUPR,” jelasnya.

Yabidi mengatakan, penempatan sekolah itu memang butuh waktu, karena jika akses jalanya seperti itu, maka Pemkot Palu harus menyiapkan antar jemput siswa menggunakan bus sekolah.

“Memang kalau saat ini jika dilihat sangat gersang, karena kemarin saya lihat bangunan itu sekitar pukul 12.00 wita, jadi memang lagi panas-panasnya. Saya segaja datang pada pukul tersebut untuk melihat situasi kondisi di atas, tetapi memang itu masih masuk wilayah Palu, kalau gurunya sebenarnya tidak masalah, yang perlu diperhatikan siswanya sebab akses jalanya cukup rusak,” ungkapnya.

Selain itu juga, kata Yabidi, kondisi belakang sekolah itu ada sedikit jurang, hal ini juga perlu dipertanyakan ke pihak PUPR. “Apakah setelah pembangunan sekolah ada dipasang pagar di belakanganya, sehingga tidak membahayakan siswa,” kata Yabidi.

Sebelumnya, Kepala SDN Inpres 2 Talise, Rosdianas sempat mengeluhkan kondisi sekolahnya. Kata dia, kurang lebih tiga tahun lamanya, para siswa-siswi dan guru di SD Negeri Inpres 2 Talise masih menempati ruang kelas darurat, yang jika digunakan untuk proses belajar mengajar sangat tidak nyaman.

“Rasa panas dan hujan membuat para siswa kami kurang nyaman menerima materi pembelajaran. Apabila masuk di waktu siang mereka sudah mengeluh kepanasan. Begitupun ketika hujan, biasanya kelas kami terendam banjir, ini tentunya sangat memprihatinkan,” kata Rosdiana di Palu, Jumat, 29 Oktober 2021.

Rosdiana mengungkapkan, bantuan untuk gedung SDN Inpres 2 Talise menurut dari pemerintah masih dibangun di dekat SMKN 5 Palu, atau daerah gunung dekat STQ atau Huntap. Namun pihaknya melihat akses jalan ke sekolah yang akan dibangun itu masih kurang bagus untuk dilewati.

“Jika memang sekolah kami di Jalan Yos Surdarso masuk zona merah, kenapa SMKN 7 Palu kembali dibangun, ini yang kami pertanyakan. Olehnya itu kami berharap pemerintah memperhatikan sekolah kami, karena ini generasi penerus bangsa, bagaimana mereka belajar dengan nyaman dan tenang jika saat ini mereka masih belajar di kelas darurat,” pungkasnya.

Rosdiana mengatakan, hingga saat ini SDN Inpres 2 Talise yang dibangun di atas gunung itu belum selesai, siswa pun mau tak mau masih belajar di kelas darurat.

“Para guru kami cukup sabar mengajar siswa di kelas darurat ini, sebab kalau hujan kelas kami tergenang. Kami berharap pemerintah melirik sekolah kami agar segera dibangun kembali. Jika pun pindah di lokasi lain, akses jalanya harus diperbaiki sebab itu lokasi baru berada di atas gunung,” ungkapnya.

Rosdiana juga mengatakan, jangankan bantuan gedung, bantuan meja dan kursi saja belum ada.

“Bisa dilihat meja dan kursi yang digunakan sudah yang lama punya,” ungkapnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas