Penjualan minyak goreng di pasar Masomba Kota Palu yang mengalami kenaikan harga. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Dari dua kota Indeks Harg Konsumen (IHK) di Provinsi

Sulawesi Tengah, Kota Palu tercatat mengalami inflasi sebesar 0,05 persen dengan inflasi tahun kalender sebesar 1,17 persen dan inflasi tahun ke tahun sebesar 1,84 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng, Jefrie Wahido menyebutkan untuk Kota Luwuk pada bulan ini mengalami inflasi sebesar 0,30 persen dengan inflasi tahun kalender sebesar 1,20 persen dan inflasi tahun ke tahun sebesar 1,26 persen.

“Pada bulan Oktober 2021 inflasi gabungan dua kota di Provinsi Sulawesi Tengah adalah sebesar 0,09 persen, sementara inflasi tahun kalender dari Januari 2021 hingga Oktober 2021 sebesar 1,17 persen dan inflasi tahun ke tahun dari Oktober 2020 hingga Oktober 2021 sebesar 1,73 persen,” sebutnya belum lama ini.

Sedangkan, inflasi pada bulan Oktober 2021 dipengaruhi oleh naiknya indeks harga pada kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,37 persen. Kemudian. diikuti oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,32 persen).

“Untuk kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (0,30 persen), kelompok makanan, minuman dan tembakau (0,18 persen), kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan (0,07 persen), kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran (0,02 persen), serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya, (0,01 persen),” tuturnya.

Sementara penurunan indeks harga terjadi pada kelompok transportasi sebesar 0,29 persen dan kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,21 persen. Lain halnya dengan kelompok pendidikan serta kelompok kesehatan pada bulan ini relatif stabil.

“Dari 90 kota pantauan IHK nasional, sebanyak 68 kota mengalami inflasi dan 22 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Sampit sebesar 2,06 persen dan terendah di Kota Banyuwangi dan Kota Sumenep sebesar 0,02 persen. Kota Kendari mengalami deflasi tertinggi sebesar 0,70 persen, sementara Kota Bengkulu mengalami deflasi terendah sebesar 0,02 persen,” ujarnya.

“Kota Palu menempati urutan ke-59 inflasi di tingkat nasional dan urutan ke-11 di kawasan Sulampua, sementara Kota Luwuk menempati urutan ke-27 inflasi di tingkat nasional dan urutan ke-8 di kawasan Sulampua,” ujarnya menambahkan.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas