PARIPURNA RPJMD - Sidang paripurna pembahasan RPJMD yang dipimpin Ketua DPRD Sulteng Hj Nilam Sari Lawira di ruang sidang utama DPRD, Rabu 3 November 2021. Tampak Gubernur H Rusdy Mastura menerima naskah Ranperda RPJMD. (Foto: Admin Pimpinan)

Palu, Metrosulawesi.id – Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang RPJMD 2021-2026 Sulawesi Tengah mulai mulai dibahas bersam DPRD Sulteng dan Pemprov, Rabu 3 November 2021. Rapat paripurna pembahasan ranperda itu dipimpin langsung Ketua DPRD, Hj Nilam Sari Lawira dan dihadiri Gubernur H Rusdy Mastura.

Gubernur Rusdy mengatakan, Ranperda tentang RPJMD 2021-2026 Sulteng telah melalui tahapan sebagaimana yang diamanatkan dalam Permendagri Nomor 86 Tahun 2017.

“Sidang paripurna yang kita laksanakan pada hari ini, yaitu tahapan pembahasan bersama dengan DPRD, dan output yang  akan dihasilkan adalah naskah persetujuan bersama antara gubernur dengan DPRD terhadap rancangan peraturan daerah tentang RPJMD 2021-2026. Naskah persetujuan bersama tersebut menjadi salah satu persyaratan untuk tahap selanjutnya yaitu  evaluasi rancangan peraturan daerah kepada Menteri Dalam Negeri RI,” kata gubernur.

Gubernur mengatakan, pembahasan rancangan RPJMD tersebut, adalah dalam rangka membangun masa depan Sulteng secara cepat dan solusi yang tepat dalam interval linimasa yang singkat.

“Janji politik harus diwujudkan melalui RPJMD  Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2021-2026 dengan visi: “Gerak Cepat Menuju Sulteng lebih sejahtera dan lebih maju”,” ujar gubernur.

Ada sembilan misi yang dituangkan dalam RPJMD tersebut. Yakni: Meningkatkan kualitas manusia Provinsi Sulawesi Tengah  melalui reformasi sistem pendidikan dan kesehatan dasar; Mewujudkan reformasi birokrasi, supermasi hukum dan penegakkan nilai- nilai kemanusiaan dan HAM; Mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat  melalui pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan penguatan kelembagaan; Mewujudkan peningkatan pembangunan infrastruktur daerah; Menjalankan pembangunan masyarakat dan wilayah yang merata dan berkeadilan; Menjaga harmonisasi manusia dan alam, antar sesama manusia sebagai  wujud pembangunan berkelanjutan;

Melakukan sinergitas kerjasama pembangunan antar daerah bertetangga sekawasan maupun di dalam provinsi Sulteng  dan  di  luar provinsi bertetangga; Meningkatkan pelayanan publik bidang pendidikan dan kesehatan berbasis pada teknologi informasi yang integrasi dan dijalankan secara sistimatis dan digital; Mendorong pembentukan daerah otonom baru (DOB) agar terjadi percepatan desentralisasi pelayanan dan peningkatan lapangan kerja dan peningkatan produktivitas sektor unggulan daerah.

Sedikitnya ada lima strategi untuk mencapai kesembilan misi tersebut, yakni: Pertama, meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas; Kedua, Penurunan angka kemiskinan; Ketiga, Penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT); Keempat, penurunan angka indeks gini; dan kelima, peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM).

“Semua usaha ini tidak akan terwujud apabila kita tidak saling bekerjasama dalam bingkai gotong royong membangun negeri bagi Sulteng lebih sejahtera dan lebih  maju, yang kami rangkum dalam satu kata kunci ”berperan setara menuju Sulteng lebih sejahtera”,” kata gubernur. (din/*)

Ayo tulis komentar cerdas