H Achrul Udaya. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulawesi Tengah, H Achrul Udaya SE mengapresiasi keputusan pemerintah yang menurunkan syarat perjalanan udara dari tes PCR menjadi hanya dengan tes Antigen.

“Kami mengapresiasi ini. Kami berharap dengan keputusan ini bisa menggairahkan kembali aktivitas ekonomi, terutama aktivitas di bandara,” katanya kepada Metrosulawesi, Rabu 3 November 2021.

Selama ini kata Achrul, pemberlakuan tes PCR membuat calon penumpang harus merogok kocek dalam-dalam karena harus mengeluarkan banyak biaya ekstra, selain membayar tarif tiket pesawat. Apalagi tarif PCR terhitung mahal dibandingkan tes antigen.

Achrul mengaku optimistis, keputusan pemerintah yang hanya membelakukan tes Antigen bagi calon penumpang pesawat itu bisa berdampak baik terhadap aktivitas ekonomi.

Meski saat ini angka kasus Covid di Sulteng sudah mulai menurun kata Achrul, namun pihaknya tetap mengimbau kepada seluruh pelaku usaha yang ada di Sulteng untuk tetap gencar menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) dalam menjalankan usaha, agar kegiatan usaha bisa terus tumbuh di tengah pandemi.

“Kepada pelaku usaha, saya imbau agar terus disiplin menjalankan protokol kesehatan. Itu yang membuat dunia usaha optimis tidak akan melandai, di tengah pandemi,” katanya.

Selama dua tahun pandemi Covid ini kata Achrul, dunia usaha benar-benar terpukul. Meski demikian katanya, ada hikmah di balik pandemi itu. Yaitu, para pelaku usaha kini mulai mengubah sistem penjualan dari cara manual ke sistem digital.
Seiring dengan menurunnya kasus Covid kata Achrul, saat ini aktivitas ekonomi sudah mulai normal kembali.

“Alhamdulillah sudah bangkit lagi. Memang butuh waktu untuk kembali seperti biasa, namun lambat laun saya kira akan normal lagi,” katanya.

Satu hal yang menentukan menurut dia, adalah target vaksinasi Covid. Pemerintah harus menggenjot capaian agar bisa mencapai herd immunity (kekebalan kelompok) seperti yang diinginkan.

“Saya kira perlu kerjasama semua pihak untuk mencapai herd immunity,” ujarnya.

Achrul mengaku optimis dunia usaha akan kembali normal selama pemerintah tidak lagi membuat kebijakan yang menyulitkan pelaku usaha. Karena itu, pemerintah dalam hal mengeluarkan kebijakan haruslah mempertimbangkan kepentingan pelaku usaha.

“Jika kebijakan tidak masuk akal maka akan mati dunia usaha dan dunia usaha akan aman jika pemerintah percaya dengan vaksin kekebalan menyeluruh dan protokol kesehatan,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyampaikan pemerintah memutuskan untuk syarat perjalanan udara dari dan ke Pulau Jawa dan Bali tidak lagi diwajibkan menjalani tes PCR, melainkan hanya tes swab antigen.

“Untuk perjalanan udara akan ada perubahan yaitu untuk wilayah Jawa dan Bali, perjalanan udara tidak lagi mengharuskan menggunakan tes PCR tetapi cukup menggunakan tes antigen,” papar Menko Muhadjir Effendy dalam acara Konferensi Pers PPKM yang diikuti di Jakarta, Senin 1 November 2021.

Menurut dia, keputusan ini merupakan usulan dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

“Sama dengan yang sudah diberlakukan untuk wilayah di luar Pulau Jawa non-Bali sesuai dengan usulan dari Bapak Mendagri,” katanya.

Sebelumnya pemerintah mewajibkan calon penumpang pesawat terbang dari dan menuju Jawa dan Bali memiliki hasil RT-PCR yang sampelnya diambil 2×24 jam sebelum keberangkatan dan kartu vaksinasi minimal dosis pertama.

Reporter: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas