PERTEMUAN - Wakil ketua I DPRD Sahlan dan anggota Fraksi Gerindra Asgaf umar saat bertemu dengan pegawai BWS III Sulteng, Selasa 2 November 2021. (Foto: Istimewa)

Donggala, Metrosulawesi.id – Masyarakat Kecamatan Sirenja khususnya yang terdampak banjir rob harus bersabar lagi. Proyek baru akan ditenderkan tahun depan.

“Kami sudah ketemu dan mempertanyakan ke Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III sebagai leading sector penanganan banjir rob di Sirenja. Penanganan banjir rob belum bisa diselesaikan tahun ini, ya harus bersabar lagi,” kata Wakil Ketua I DPRD Donggala, Sahlan, Selasa 2 November 2021.

“BWS III Sulawesi mengatakan penanganan banjir rob masih tahap desain, proses tendernya baru dimulai tahun 2022, artinya pekerjaan atau penanganannya baru dimulai tahun depan,” sebutnya lagi.

Politisi asal Sirenja ini menjelaskan pasca musibah 28 September 2018 dampak banjir rob di Sirenja  khususnya di Desa  Lompio, Tondo, sangat terasa.

Olehnya kata politisi Nasdem ini pihak BWS III Sulteng harus secepatnya melakukan tender, karena diproses ini tentunya memakan waktu juga, mengingat banjir rob di Sirenja itu dalam satu bulan sampai enam kali terjadi.

“Sebagai perwakilan masyarakat Sirenja dan pemerintah harus mempertanyakan hal ini ke BWS Sulteng III, sudah empat tahun lamanya masyarakat menderita pasca gempa dan tsunami 28 September 2018, satu bulan itu sampai enam kali air laut naik ke permukaan, harapan kami BWS III segera merealisasikan penanganan banjir rob di Sirenja, apalagi waktu tender juga belum jelas bulan ke berapa di tahun 2022,” bebernya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas