dr Jumriani Yunus. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulteng, dr Jumriani Yunus, mengatakan, vaksinasi terhadap anak usia 12 sampai 17 tahun masih terus digenjot.

“Vaksin yang diberikan merek Sinovac dan Pfizer sesuai edaran resmi Kementerian Kesehatan RI,” katanya kepada Metrosulawesi, Selasa 2 November 2021.

Pelaksanaan vaksinasi terhadap anak berlangsung di berbagai tempat, termasuk di sejumlah SMP dan SMA sederajat. Pusat pelaksanaan vaksinasi anak salah satunya di SMPN 1 Palu Jalan Jend. Gatot Subroto.

Di bagian lain, Jumriani mengatakan, stok vaksin untuk dosis satu kembali menipis di Sulawesi Tengah.

“Menipis lagi, yang ada sekarang tinggal vaksin AstraZeneca dan Moderna,” ujarnya.

Jumriani mengungkapkan vaksin merek Sinovac tidak tersedia lagi untuk penyuntikan dosis satu. Stok yang tersisa vaksin asal China tersebut hanya diperuntukkan bagi penerima dosis ke dua.

“Nanti ke depan hanya pakai AstraZeneca dan Pfizer,” ungkap mantan Plt Kepala Dinkes Provinsi Sulteng itu.

Terpisah, Kepala SMP Negeri 1 Palu, Hj Farida Batjo mengatakan, pihaknya kembali melaksanakan vaksinasi kepada ratusan siswa yang sebelumnya telah mengikuti vaksinasi tahap I maupun siswa yang belum samasekali divaksin. Vaksinasi tersebut, kata Farida, atas dukungan dan bantuan dari Badan Intelijen Negara (BIN).

“Sebelumnya sudah melaksanakan vaksinasi kepada 700 siswa dari jumlah keseluruhan siswa sebanyak 1.000-an. Makanya pada vaksinasi ini kami menargetkan bisa melaksanakan vaksinasi kepada 300 siswa, sehingga bisa memenuhi target sekolah untuk pencapaian vaksinasi sebesar 95 persen, sementara lima persennya karena belum mendapatkan izin ataupun belum cukup umur,” kata Farida.

Farida mengucapkan terima kasih kepada pihak BIN yang telah berpartisipasi membantu pelaksanaan vaksinasi siswa di sekolahnya.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas