Asisten I Stedaprov Sulteng HM Faisal Mang, membuka pelaksanaan Rakor Penanganan Konflik Sosial, dalam pencegahan paham radikalisme, terorisme, dan ekstrimisme di Sulawesi Tengah, di Palu, Selasa (2/11). (Foto: Metrosulawesi/ Syahril Hantono)

Palu, Metrosulawesi.id – Pemerintah Provinsi Sulteng memastikan penanganan terorisme di Sulawesi Tengah akan terus berlanjut, meskipun pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ali Kalora telah tewas.

Hal itu disampaikan Asisten I Setdaprov Sulteng HM Faisal Mang dalam sambutannya membuka kegiatan Rakor Penanganan Konflik Sosial, dalam pencegahan paham radikalisme, terorisme, dan ekstrimisme di Sulawesi Tengah, di Palu, Selasa (2/11).

Acara itu digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, dan diikuti unsur Forkopimda, kepala Badan Kesbangpol se Sulteng, FKUB, FKDM, FKPT, serta para guru dan dosen. 

“Kita ketahui pimpinan Mujahidin Indonesia Timur, Ali Kalora telah tewas. Meskipun demikian penanganan terorisme di Sulawesi Tengah akan tetap berlanjut karena ideologi mereka masih berkembangan di masyarakat,” kata Asisten HM Faisal Mang. 

“Keamanan dan ketertiban harus tetap terpelihara guna mewujudkan rasa aman  bagi masyarakat Sulawesi Tengah,” katanya.

Faisal Mang mengatakan, menghadapi potensi konflik sosial dan kelompok radikal yang masih eksis di daerah ini, pemerintah provinsi, kabupaten dan kota telah membentuk tim terpadu penanganan konflik sosial. 

Tim ini melakukan upaya-upaya terprogram dan terpadu secara bertahap dan berkelanjutan.

“Hal ini dilakukan untuk memperkokoh integritas sosial maupun pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan,” kata Faisal Mang. 

Upaya tim terpadu tersebut, lanjut Faisal tertuang dalam rencana aksi daerah. Yakni melaksanakan tindakan pencegahan, melaksanakan upaya penghentian, dan melaksanakan pemulihan (recovery) pasca konflik. 

Rakor ini menghadirkan narasumber yakni dari akademisi Universitas Tadulako, Dirintelkam Polda Sulteng Kombes Ronalzie Agus, Korem 132/Tadulako, dan FKPT Sulteng.

Reporter: Syahril Hantono

Ayo tulis komentar cerdas