TOLAK KEKERASAN - Sejumlah anak remaja putra-putri di Morowali kampanye menolak kekerasan terhadap anak, Selasa 2 November 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Murad Mangge)

Morowali, Metrosulawesi.id – Sejumlah anak remaja putra-putri daerah Morowali yang tergabung dalam forum anak kecamatan se- Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah (Sulteng) kampanye menolak kekerasan terhadap anak, Selasa 2 November 2021.

Untuk kegiatan ini, forum anak tersebut melakukan long march di jalan yang pesertanya juga melibatkan beberapa pimpinan OPD Pemda Morowali, Camat, Kepala Desa dan para pimpinan lembaga/instansi vertikal di daerah Morowali.

Seluruh peserta mengakhiri kegiatannya dengan berkumpul bersama di halaman Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMDP3A) Pemda Kabupaten Morowali.

Dalam kesempatan ini Bupati Morowali Taslim mengatakan anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus diberikan perlindungan, dan penyebab terjadinya kekerasan itu antara lain karena masih kurangnya pemahaman.

“Siapa saja, pasti akan merasa perihatin apabila anak-anak kita harus mengalami sebuah kekerasan,” ungkap Taslim saat memberikan kata sambutan di kantor DPMDP3A tersebut.

Dijelaskannya, peran menjaga agar tidak terjadi kekerasan bukan hanya berada dilingkungan keluarga, namun lebih bagus lagi jika semua pihak dapat memberikan  tanggunggjawabnya. Sehingga peluang kekerasan itu dengan sendirinya dapat terhindari.

“Menjaga dan melindungi anak-anak adalah tanggungjawab kita bersama. Baik itu dari pemerintah kabupaten, kecamatan dan pemerintah desa,” ujarnya.

Bupati Taslim berharap, agar dinas dalam lingkup Pemda Morowali yang sekiranya bersentuhan terhadap anak-anak, memiliki program yang bisa mengedukasi atau memberikan pemahaman secara luas soal dampak serta akibat apabila anak–anak mengalami kekerasan.

“Dari program itulah yang nantinnya dapat memunculkan pemahaman yang kita harapkan. Bagi kita program itu penting agar kasus kekerasan anak di Morowali tidak ada lagi,” ujarnya.

Sementara pada waktu yang sama Kepala DPMDP3A Morowali Abd Wahid Hasan mengatakan, bahwa saat ini forum anak Morowali sudah terbentuk semua di sembilan kecamatan dan forum ini merupakan wadah perkumpulan anak-anak untuk berkreasi, menyalurkan pemikiran-pemikiran yang positif.

“DPMDP3A Morowali juga mengakui bahwa memang masih ada beberapa kasus tindakan kekerasan terhadap anak di daerah kita,” sebutnya.

Kampanye menolak kekerasan terhadap anak yang dilakukan forum anak Morowali juga merupakan bagian dari DPMDP3A Morowali merangkul semua elemen. Karena kelangsungan masa depan anak-anak ada ditangan kita semua.

“Berharap kekerasan terhadap anak tidak ada lagi khususnya di Morowali dan secara umum dimana saja,” ungkapnya.

Di kantor DPMDP3A setempat, Bupati Taslim didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten, Kaban BNNK Morowali dan Ketua MUI Morowali.

Reporter: Murad Mangge
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas