Abdulrahman Darwin Latjanda ‘Eman’. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Torehan prestasi menggema untuk masyarakat Sulawesi Tengah awal Oktober 2021 lalu.

Suara kagum berlandas jerih payah tetes keringat itu berasal dari dunia olah raga, ketika bertarung di ajang Pekan Olah raga Nasional (PON) XX Papua 2021.

Dialah Abdulrahman Darwin Latjanda, lelaki yang lahir di Palu, 23 Mei 1997 silam itu,  menggengam predikat atlet cabang olah raga (cabor) taekwondo terbaik nomor satu seantero Nusantara.

Di Hari Senin, 4 Oktober 2021, jadi hari paling bersejarah pemuda karib disapa Eman ini, manakala dia mendulang medali emas dalam helat olah raga paling akbar di Indonesia itu.

Poin akhir 79,999 yang diperoleh Eman,menyokongnya berdiri di podium tengah sembari mengalungi plakat emas dengan gagah.

Capaian gemilang itu diraihnya dalam kategori gerakan Poomsae perorangan usai taklukkan atlet tersengit asal Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah serta Bali.

Bahkan tak sampai di situ, Eman bersama rekan seperjuangannya bernama Rafik dan Johansen merebut medali perak beregu Poomsae.

Masih berlanjut, atlet perempuan bernama Firilia sumbangkan medali perak di kategori Kyorugi perorangan, sekaligus memaksa provinsi lain mengakui kehebatan nomor wahid Taekwondo Sulteng.

Eman dengan balutan prestasi harumnya itu ternyata lebih dulu dirundung duka mendalam, ketika dua hari jelang keberangkatannya ke Papua, ibunda tercinta berpulang ke haribaan Tuhan, Minggu, 26 September 2021.

Kepada jurnalis Metrosulawesi saat berbincang santai pada Minggu, 31 Oktober 2021, momen kejut paling sendu itu diungkapkan Eman sempat menggoyahkan dirinya menghadapi PON XX, yang telah ia matangkan jauh-jauh waktu belakang.

“Sedih sekali jiwaku. Saya tidak duga Ibu pergi selamanya pas dekat-dekat hari saya mau berangkat pertandingan sebesar PON itu,” ujarnya tampak sembari membayangkan.

Perlahan teriring tegar nan rela, Eman yang menggapai medali paling diincar empat tahunan itu, dijadikan hadiah teristimewa kepada almarhumah ibunda. Meskipun kini Eman berstatus sebagai yatim piatu.

“Ketika saya meraih medali emas PON itu, yang hanya ada dipikiranku adalah medali ini sebagai kado atau hadiah terakhir almarhumah ibu,”sedikit tersendat Eman berucap.

Walaupun kini Eman hidup tanpa sosok ke dua orang tua terkasih, dia terus menjaga dan mengasah keahliannya di dunia seni bela diri populer asal Korea Selatan itu.

“Sisa terus berusaha menjaga bahkan meningkatkan prestasi Taekwondo ini. Karena capaianku sampai sekarang pasti bersumber ridho dan doa almarhum ke dua orang tuaku,” kukuh Eman.

Karena selain meraih emas PON di Bumi Cenderawasih, Eman sangat bertekad mampu membawa pulang emas lagi untuk Indonesia terkhusus Bumi Tadulako Sulteng, setelah ia berhasil memboyong perunggu di ajang Sea Games 2019 Filipina silam.

“Mempersembahkan medali perunggu di Sea Games 2019 untuk Indonesia salah satu momen paling berkesan selain emas PON Papua. Sebelumnya juga saya atlet di Asian Games 2018 tetapi belum rezeki (juara),” pungkasnya tertawa tipis.

Abdulrahman ‘Eman’ Darwin Latjanda, adalah lelaki yang saat ini mengenyam pendidikan tinggi jenjang sarjana di Universitas Tadulako (Untad) Palu. Mahasiswa Fakultas FKIP jurusan PJKR ini mendapat beasiswa biaya gratis sampai sarjana nanti setelah dia merebut medali emas di PON 2021.

Selain itu berkat persembahan emasnya untuk daerah, Pemprov Sulteng serta KONI Sulteng menghadiahkan Eman uang tunai berjumlah lebih Rp300 juta, satu unit rumah serta bonus lainnya. Pemkot Palu juga mengapresiasi, dengan menjanjikan duit Rp100 juta kepada atlet peraih medali emas PON XX.

Anak bungsu dari delapan bersaudara ini mengenal Taekwondo sejak masuk di pondok pesantren Al-Asyiriyyah Nurul Iman, Bogor.

Mantan santri setara SMA angkatan 2013 ini, betahkan diri di Taekwondo sebagai aktivitas ekstrakurikulernya selama tiga tahun di pondok, berawal dari timbul cita-citanya menjadi tentara di masa Eman SMP.

Ditanya apa aktivitas dan rencana besar ke depan, Eman menikmati hasil sembari rehat sejenak pascalaga PON XX. Pun Eman berkeinginan jadi Dojang atau pelatih Taekwondo, khususnya kepada warga Kota Palu dan Sulteng.

Eman menambahkan, memasuki akhir tahun 2021 mendatang masa persiapan diri berlatih, agar terpilih bertanding di Sea Games 2021 yang digelar di Hanoi, Vietnam pada Mei 2022. (*)

Reporter: Muhammad Faiz Syafar

Ayo tulis komentar cerdas