dr Sofyan Mailili. (Foto: Metrosulawesi/ Ariston Aporema Sorisi)

Sigi, Metrosulawesi.id – Ribuan vaksin yang disebar di puskesmas untuk sementara ditarik menyusul stok yang mulai seret.

“Per tadi malam (31 Oktober) kosong. Kemudian kita berupaya menarik kembali yang sudah didistribusi di Puskesmas. Puskesmas mana yang lambat, kita atur kembali,” ungkap Kadis Kesehatan Sigi, dr Sofyan Mailili kepada media ini, Senin, 1 November 2021.

Kata dia, ketersediaan vaksin ini memang agak seret karena tergantung dari ketersedian vaksinasi di provinsi.

“Tapi provinsi menjamin ketersedian vaksin di Sigi,” ujarnya.

Meski demikian kata dr Sofyan, pihaknya berupaya menyiapkan vaksin agar stok vaksin tidak menjadi kendala dalam percepatan vaksinasi.

“Kita upayakan vaksin tetap ada, dengan mengoptimalkan jaringan-jaringan organisasi masyarakat maupun partai politik,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Sigi menargetkan capaian vaksin di daerah itu mencapai 70 persen di akhir tahun 2021. Dengan catatan, sebanyak 1.900 jiwa masyarakat Sigi disuntik vaksin per harinya.

“Olehnya kami mengambil langkah-langkah untuk melakukan percepatan,” imbuhnya.

Kadis kesehatan yang baru dilantik itu juga mengatakan, dalam percepatan vaksinasi di Kabupaten Sigi, sejumlah gerai dibuka, bahkan di Kantor Dinkes sendiri membuka gerai dengan sasaran OPD di kawasan perkantoran Desa Bora.

“Kita juga target OPD karena itu lambat. Sudah ada penekanan dari pak bupati, sebagai pelayan masyarakat harus melindungi diri dan menjadi contoh,” tuturnya.

Bupati Sigi, Mohamad Irwan sebelumnya telah mengimbau kepada pihak-pihak yang terkait  agar selalu bersinergi untuk mewujudkan Kabupaten Sigi mencapai Herd Immunity.  Semua pihak khususnya para camat untuk terus melakukan koordinasi-koordinasi dengan para kepala desa dan juga pihak Puskesmas di wilayahnya masing-masing.

“Hal ini bertujuan, agar target capaian vaksinasi di wilayah Kabupaten Sigi dapat dengan cepat tercapai,” ungkapnya.

Reporter: Ariston Aporema Sorisi – Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas