VAKSINASI PEDAGANG - Para pedagang di Pasar Masomba, Palu Barat, melakukan vaksinasi Covid-19. (Foto: Metrosulawesi/ Moh. Fadel)
  • Ketika Vaksinasi Covid di Kota Palu Capai 62 Persen

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Palu, capaian vaksinasi dosis pertama telah masuk di angka 62,72 persen. Namun sesuai edaran Mendagri dan Komisi Penanggulangan Covid dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Kota Palu ditergetkan capaian vaksinasinya minimal 70 persen. Olehnya itu saat ini Pemerintah Kota Palu mengunakan berbagai cara agar target tersebut dapat terpenuhi.

LAPORAN: MOHAMAD FADEL

“Kita saat ini terus bergerak melakukan vaksinasi, salah satu langkah strategis Pemerintah Kota Palu adalah di pembelajaran tatap muka (PTM), bagi siswa dan guru yang belum divaksin tidak bisa mengikuti PTM tersebut, hal ini salah satu memacu capaian vaksinasi remaja (pelajar), sekaligus memberikan perlindungan kepada siswa maupun guru di sekolah tersebut,” kata Ketua Surveilans Covid-19 Kota Palu, dr. Rochmat Jasin, saat dihubungi Metrosulawesi melalui ponsel, Senin, 1 Nopember 2021.

Rochmat mengatakan, jika dirincikan capaian vaksinasi dosis satu untuk Tenaga Kesehatan sebanyak 113,35 persen, sementara Pelayan Publik 226,97 persen, Lansia 30,07 persen, Masyarakat Umum dan Rentan 40,22 persen, serta Remaja (pelajar) 45,68 persen, sehingga totalnya 62,72 persen.

“Sementara capaian vaksinasi dosis kedua baru mencapai 42,29 persen, yang terdiri dari semua unsur masyarakat,” ujarnya.

Menurut Rocmat, capaian vaksinasi untuk guru-guru sudah 98 persen, sisanya sekitar 2 persen memang tidak bisa divaksin karena ada riwayat penyakit berat.

“Selanjutnya langkah-langkah kita tempuh yakni penguatan-penguatan di sejumlah perusahaan, contohnya jika di perusahaan tinggal di tekan kepada kariyawannya jika boleh yang belum divaksin, maka jangan dulu disuruh kerja, nanti jika seperti ini akan mempengaruhi produktivitas perusahaan tersebut, karena tujuan vaksinasi ini adalah perlindungan kepada sesama masyarakat,” jelasnya.

Rochmat mengatakan, untuk kendala dalam melaksanakan vaksinasi secara teknis dari petugas dan logistik itu tidak ada kendala. Yang menjadi kendala jika tim kesehatan datang ke sesuatu tempat dalam melaksanakan vaksinasi, awalnya data yang disampaikan misalnya sebanyak 100 orang divaksin, namun yang datang hanya 20 orang saja.

“Kita siap datang dimana tempat yang disediakan untuk melakukan vaksinasi, namun ketika di lapangan yang datang hanya sedikit. Inilah yang menjadi kendala di lapangan, masih ada banyak masyarakat takut divaksin, mereka menganggap bahwa vaksinasi ini memberikan dampak negatif. Padahal secara kesehatan tidak ada yang negatif, sebab sebelum divaksin warga itu diperiksa dulu, jika ada riwayat penyakit berat pasti tidak akan divaksin,” katanya.

Olehnya itu, kata Rochmat, masyarakat perlu diedukasi terus tentang vaksinasi ini, karena jika sudah divaksin pasti dapat meningkatkan imunitas tubuh, serta memberikan perlindungan kepada warga sekitarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, Denny Taufan mengungkapkan, untuk vaksinasi saat ini terus berjalan. Bahkan di semua Puskesmas di Palu telah membuka diri setiap hari melayani masyarakat yang ingin divaksin.

“Jadi vaksinasi ini kami terus kejar hingga target yang ditentukan, dan tingkat kekebalan imun bisa nol. Alhamdulillah tingkat vaksinasi telah mencapai diatas 50 persen, ini menunjukan meningkat,” ungkapnya.

Kata dia, kendala yang paling banyak dihadapi oleh petugas dari tingkat lansia, banyak yang tidak mau divaksin, karena percaya dengan informasi tidak benar. Olehnya itu dirinya berharap, seluruh masyarakat agar mau divaksin dan tidak percaya dengan informasi hoaks.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas