Ridwan Mumu. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Tombolututu tinggal menunggu waktu mendapat penganugerahan gelar Pahlawan Nasional pertama dari Sulteng. Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulteng, H Ridwan Mumu, menyebut masih ada sejumlah tokoh yang berpotensi menjadi Pahlawan Nasional dari daerah ini.

“Masih ada Guru Tua (Habib Idrus bin Salim Al-Jufri), masih ada dari Morowali, masih ada dari Donggala, dan tidak menutup kemungkinan masih ada Haji Hayun dari Tolitoli. Juga masih ada yang dari Buol, dan dari daerah-daerah lain,” ucap Ridwan, Minggu 31 Oktober 2021.

Dia mengatakan pihaknya akan kembali melakukan pengusulan tokoh-tokoh untuk dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 2021 mendatang. Dalam pengusulan tersebut dibutuhkan peran aktif pihak keluarga untuk kelancaran proses.

Ridwan menjelaskan peran aktif yang dimaksud seperti penyiapan dokumen-dokumen dan data pendukung. Sementara tahun ini, Sulawesi Tengah hanya bisa mengusulkan satu nama yaitu Tombolotutu.

Hanya Tombolotutu yang bisa diusul karena dokumen yang dipersyaratkan telah lengkap. Setidaknya ada beberapa nama yang harusnya diusulkan dalam tahun ini yaitu Marunduh, Habib Idrus bin Salim Al-Jufri atau Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri atau Guru Tua, Haji Hayun, dan Pue Lasadindi yang juga dikenal sebagai Mangge Rante.

Ridwan mengaku akan berupaya maksimal agar empat tokoh tersebut bisa dikukuhkan sebagai Pahlawan Nasional. Itu karena perjuangan atau kontribusi nama-nama tersebut dinilai layak dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

Sebelumnya, Ridwan mengungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengeluarkan Kepres penetapan Tombolotutu sebagai Pahlawan Nasional pertama dari Provinsi Sulawesi Tengah.

“Saya atas nama Dinas Sosial Provinsi Sulteng mengucapkan syukur kepada Allah SWT karena tahun ini Tombolotutu bisa menjadi Pahlawan Nasional yang pertama untuk Sulawesi Tengah. Nanti saya juga akan melapor kepada bapak gubernur terkait hal ini,” ungkap Ridwan, Jumat 29 Oktober 2021.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas