drg Herry Mulyadi. (Foto: Metrosulawesi/ Moh. Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Sejak diterapkannya harga baru tes Polymerase Chain Reaction (PCR), sebesar Rp300 ribu, Rumah Sakit Umum Anutapura Palu (RSAP) dalam sehari melayani kurang lebih 200 orang yang melakukan PCR untuk perjalanan ke luar daerah.

Demikian dikatakan, Plt Direktur RSU Antupura Palu, drg. Herry Mulyadi, saat dihubungi Metro Sulawesi, Minggu, 31 Oktober 2021.

“Masyarakat yang melakukan tes PCR memang sedikit meningkat, dibaning sebelumnya. Kemungkinan karena kegiatan di daerah lain sudah mulai banyak, sehingga permintaan PCR cukup tinggi, jika di rata-ratakan kurang lebih 200 pemohon dalam sehari,” kata Herry.

Menurut Herry, lebih banyak yang mengajukan permohonan untuk tes PCR dari masyarakat umum dari kalangan ASN, tetapi tidak setiap hari.

“Jika dilihat dari kalangan anak-anak sekolah juga cukup meningkat, sebab mereka sudah mulai tatap muka kembali di sekolahnya masing-masing, yang berada di luar Kota Palu. Jadi pelajar-pelajar yang banyak melakukan tes PCR,” ungkapnya.

Perlu diketahui juga kata Herry, di daerah-daerah Kalimantan dan Makassar itu sudah tidak menggunakan swab PCR, tetapi syarat penerbangannya sudah bisa rapid antingen. Kecuali ke daerah Jawa dan Bali harus PCR.

“Kemudian juga masa PCR ini sudah tiga hari, jadi cukup lumayan 3×24 jam. Artinya untuk perjalanan dinas cukup efesien, karena kita bisa pakai lagi untuk pulang. Misalnya pekerjaan kita hanya dua hari di daerah lain, kita bisa gunakan kembali PCR itu, sehingga lebih efesien PCR tersebut,” ujarnya.

Herry menjelaskan, tujuan PCR ini sebenarnya untuk menjaga-jaga agar tidak lengah, karena satu saja yang terkonfirmasi positif lolos di penerbangan, maka pasti berisiko bagi penumpang lain.

“Kita sekarang ini sudah berusaha menerapkan PPKM, tujuannya untuk menekan angka penyebaran. Dengan PCR ini tentunya untuk mengurangi risiko penyebaran baik dari daerah sendiri maupun daerah yang dituju, karena tujuan kita bukan hanya menghentikan Covid-19 di Sulteng, tetapi untuk secara nasional sebaiknya dihindari, makanya penurunan di Kota Palu cukup rendah,” pungkasnya.

Selain itu juga kata Herry, PCR ini adalah bagian dari tracking, karena jika tidak melakukan tes PCR otomatis tidak bisa berangkat keluar kota dan harus menjalani isolasi mandiri dulu. Jadi ada beberapa manfaat yang dimiliki PCR ini.

“Petugas pelayanan PCR kami cukup banyak, sehingga semua masyarakat dapat terlayani hingga siang hari. Namun hari ini (kemarin) kami masih tutup atau istirahat, sehingga yang mau berangkat Senin sudah bisa ambil hasil PCR hari Sabtu,” katanya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas