FOTO BERSAMA - Bupati Morowali Utara, Delis J. Hehi didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Morut, Febriyanthi H. DJ. Hehi S.Si.,Apt bersama mahasiswa Morut di Makassar di asrama mahasiswa Makassar, Minggu (31/10) malam. (Foto: Istimewa)
  • Dijadwalkan Cair November, Pendaftaran Masih Dibuka

Morut, Metrosulawesi- Bupati Morowali Utara Delis J. Hehi mengungkapkan bahwa bantuan beasiswa untuk mahasiswa Morut seperti yang diprogramkan pasangan Delis-Djira dalam kampanye Pilkada 2020 akan mulai dicairkan pada akhir November 2021 ini.

“Anggarannya sudah terakomodasi dalam APBD Perubahan 2021. Pokoknya, sebelum akhir tahun, semua beasiswa sudah disalurkan,” kata Delis yang disambut tepuk tangan meriah 50-an mahasiswa Morut di Makassar yang bertatap muka dengannya di asrama mahasiswa Makassar, Minggu (31/10) malam.

Menurut Delis yang didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Morut Febriyanthi H. DJ. Hehi S.Si.,Apt, semua mahasiswa yang sudah terdaftar yakni sebanyak 3.200 orang, akan menerima bantuan Rp2 juta per orang. Mekanisme penyalurannya sedang dibahas.

“Tahun ini karena keterbatasan dana, kita salurkan Rp2 juta/perorang, tahun depan (2022) kita akan tambah lagi,” ujar Delis yang lagi-lagi disambut tepuk tangan para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sulsel itu.

Dalam kampanye 2020, Delis-Djira berkomitmen untuk memberikan beasiswa Rp3 juta/tahun kepada semua mahasiswa yang orang tuanya adalah penduduk Morut.

Program ini untuk meringankan beban biaya mahasiswa agar segera bisa menyelesaikan studinya tepat waktu sebab Morut sangat membutuhkan SDM mumpuni untuk membangun daerah.

Menjawab pertanyaan mahasiswa tentang masih adanya mahasiswa yang belum sempat mendaftar karena berbagai kendala, Delis mempersilahkan mereka untuk mendaftar secara online.

“Kami memang menyediakan slot untuk 300 orang sebagai antisipasi bila ada mahasiswa yang belum sempat mendaftar. Jadi yang belum mendaftar, segeralah mendaftar, bisa dengan mengirim berkas fisik pendaftaran, bisa pula secara daring,” katanya lagi.

Bupati Delis juga menyinggung soal perbaikan asrama mahasiswa Morut di Makassar yang sedang berjalan. Bila perbaikan ini belum tuntas tahun ini, kita akan selesaikan tahun depan.

Dalam dialog terbuka dan penuh kekeluargaan itu, para mahasiswa menyampaikan ucapan terima kasih atas komitmen Bupati Delis membantu biaya pendidikan mahasiswa asal Morut.

“Semoga lekas cair karena ini akan membantu sekali beban orang tua kami,” ujar Ade Ian Pratama, Kepala Asrama Mahasiswa morut di Makassar.

“Bantuan beasiswa ini sangat membantu mahasiswa Morut dalam meningkatkan prestasi,” kata Muhamad Ilyas dari Beteleme yang sedang kuliah di Universitas Muhamadiyah Makassar.

Dalam kesempatan itu, Bupati Delia juga menyampaikan bahwa saat ini, tidak ada lagi orang tua murid yang membayar uang komite di tingkat SD dan SMP karena semua kebutuham sekolah yang selama ini didanai dengan uang komite, kini sudah ditangani oleh APBD Morut.

Di bidang kesehatan, kata Delis, mulai tahun 2021 ini, semua penduduk Morut akan ter-cover BPJS Kesehatan, sebab semua warga yang belum terdaftar sudah akan didaftarkan ke BPJS Kesehatan dengan biaya dari APBD.

Dalam dialog yang berlangsung akrab itu, bupati mengingatkan agar fokus menyelesaikan studi. Aktivitas organisasi di intra maupun ekstra kampus, jangan sampai menghambat penyelesaian kuliah.

“Saya dulu kuliah di Unhas, aktif dalam lima sampai enam organisasi di dalam maupun luar kampus tapi saya bisa menyelesaikan studi tepat waktu dengan predikat com-laude,” ujar dokter lulusan Fakultas Kedokteran Unhas itu yang lagi-lagi disambut tepuk tangan para mahasiswa.

Diakhir dialog itu, Delis meminta mahasiswa memanggilnya dengan panggilan kakak, bukan bupati. Kalau panggil bupati, terasa jauh jarak kita, ujarnya dengan tertawa.

“Kembangkan terus komunikasi dan sikap kritis mahasiswa dan tetaplah menjadi ‘moral force’ bagi pemda karena pemda juga masih banyak kekurangan di sana-sini dalam membangun Morut yang kita cintai,” ujar Delis lagi.

Reporter: Alekson Waeo
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas