Dicky Armana Surbakti. (Foto: Istimewa)

Poso, Metrosulawesi.id – Tim Resmob Polres Poso,  menangkap dua pelaku kasus pencurian barang elektronik di wilayah Kabupaten Poso khususnya wilayah Poso Kota Bersaudara, Jumat, 29 Oktober 2021.  Dua pelaku yang kini telah berstatus tersangka berinisal RS (31) dan DW (31). Keduanya merupakan warga Kelurahan Kawua, Kecamatan Poso Kota Selatan yang diduga kuat terlibat dalam berbagai tindak pidana pencurian elektronik di wilayah Poso Kota Bersaudara.

Penangkapan kedua pelaku berdasarkan laporan salah seorang warga Kelurahan Ranononcu Kecamatan Poso Kota Selatan ke Polisi, yang Rabu 13 Oktober 2021, rumahnya dimasuki pencuri sehingga kehilangan tiga unit handphone.

“Berdasarkan laporan tersebut, Polisi yang sudah mengantongi identitas pelaku langsung melakukan penggerebekan dan berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan dirumahnya,” ungkap Kasat Reskrim Polres Poso, IPTU. Dicky Armana Surbakti kepada Metrosulawesi, Senin 1 November 2021.

Menurut Kasat Reskrim, satu dari kedua pelaku yakni RS alias OCI merupakan DPO Res Poso sejak tahun 2020 lalu, dalam dugaan tindak pidana pencurian di berbagai lokasi seperti di Kecamatan Poso Kota bersaudara, Kecamatan Lage dan Kecamatan Pamona.

“Jadi kedua tersangka ini merupakan spesialis pencurian barang elektronik,” sebut Dicky Armana lagi.

Dari tangan para pelaku, selain barang elektronik seperti HP, laptop dan televisi, pihaknya juga mengamankan barang bukti lainnya berupa alat perlengkapan pertanian seperti mesin paras rumput. “Dalam menjalankan aksinya kedua tersangka selalu menyasar rumah yang memiliki banyak barang elektronik seperti HP dan Laptop, cara mereka masuk dengan mencungkil jendela rumah,” terang Kasat Reskrim.

Lanjut Dicky Armada, perbuatan tersangka RS dan rekannya ini sudah cukup meresahkan masyarakat dengan banyaknya laporan yang masuk. Olehnya kepolisian resort Poso kini masih terus melakukan pemeriksaan serta pengembangan terhadap kedua tersangka kasus pencurian barang elektronik yang selama ini telah meresahkan warga Poso.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya didepan hukum, kedua tersangka diancam dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 7 (tujuh) tahun,” tutup Dicky Armana.

Reporter: Saiful Sulayapi

Ayo tulis komentar cerdas